ANNOUNCEMENT (7)
AoG CWS KGP MINISTRIES (3)
ARTICLES (572)
BERITA DUKA (12)
BUSINESS & MANAGEMENT (50)
CellGroup (9)
CONTEMPORARY THEOLOGICAL ISSUES (21)
GiCC (4)
Joshua-Caleb's Ministry (1)
LIVING WATER (37)
MARTYRS' STORIES (1)
Mission (18)
PASTOR's NOTE (25)
PRAISE AND WORSHIP (20)
SERMON OUTLINE (2)
Social (8)
Sunday School (61)
Women's Ministry (5)
Youth CLUB (51)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
6 Feb, 2010 No Comments
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div
Hampir setua Negara Israel itu sendiri, Alkitab dan warung kopi Ha-MaKoM telah menjadi sumber inspirasi, istirahat dan literatur bagi sejumlah kecil orang yahudi yang percaya kepada Yesus yang tinggal di gurun pasir Negev di selatan Israel. Sebuah wilayah padang pasir jika dilihat dari atas dalam peta Israel membentuk sudut tajam di bawah berbatasan dengan Mesir. Kota di selatan Negev adalah Eliat pada teluk Aqaba. Sedangkan kota penting di Negev adalah Beersheba. Kota kecil di Negev lainnya adalah Yeroham, Dimona dan Arad.
Ha-MaKoM yang berarti ‘Tempat’ dalam bahasa Ibrani didirikan tahun 1957 oleh orang-orang Kristen dan Missionary Alliance dengan nama Bible House. Ha-MaKoM adalah satu-satunya toko buku Kristen di Negev.
Ha-MaKoM adalah singkatan dari kata-kata Ibrani HaMashiach, Koffe, (dan) Musica – the Messiah, coffee and music.
Dengan jumlah sekitar 300-an orang percaya saja di antara 550.000 penduduk Negev, maka Continue Reading…
4 Feb, 2010 No Comments
posted by Antonius Jappy
by Emily Chan
Most parents and teachers would tell you : “Study hard in School, get a good job, receive a good salary, and live happily ever after “. Harvard Business School teaches you to differentiate between two types of income: Linear & investment.
Linear income depends on how much time you put in, Salary is a linear income. You put in one month and you get paid for that one month, no more, no less. But you stop getting paid the moment you stop work.
Investment income, on the other hand, does not depend on how much time you put in. Your income is not directly correlated with how much time you put in. You can lose your job, even when you are performing very well, poor economy, strong competition, office politics and dozen other factors can make you lose your job.
In the millionaire Mind “Working for others may actually put you at greater risk……..
Having a single source of income…… not being given the opportunity to learn how to make thousands of decisions……… Decisions you would have mastered if you were self-employed…….”
You are merely doing what is in the best interest of an employer. Office politics and the boss’s temperament, policies, and rules often affect the job satisfaction that can be derived from work.
For all these reasons, many Harvard Business School graduates look at a job as a means, and not end.
They may like their jobs, but their goal is to maximize their salary to fund their investments.
In addition, most Harvard Business School people look at their jobs as an opportunity to learn, not just to earn. They want to learn to prepare themselves for when they own their own business.
3 Feb, 2010 No Comments
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div
Oleh Indra Bramono
Membaca berita tentang Ram Bomjon, yang tenyata adalah fakta bukan cerita karangan (dengan catatan kalau memang fakta!), adalah sangat manusiawi semua orang akan berdecak kagum atau heran. Jangankan orang awam, bahkan para ahli saja menurut artikel ini heran, karena tidak masuk dalam teori dan akal mereka.
Ada banyak misteri dalam kehidupan ini yang kita tidak dapat mengerti. Kita hanya dapat mengerti misteri kehidupan ini apabila kita kelak bertemu dengan pencipta kita yang juga adalah pencipta langit, bumi dan segala isinya. Namun sebagai orang percaya, yang memiliki keyakinan kuat, maka pada saat kita menjumpai pertanyaan besar dalam kehidupan ini, hal yang paling mudah yang dapat kita lakukan adalah Continue Reading…
2 Feb, 2010 No Comments
posted by Rini Setiawan
Tanpa tujuan pasti saya membuka tulisan-tulisan kesaksian lama saya dalam catatan harian saya, sampai saya dikejutkan oleh apa yang saya jumpai yaitu tulisan saya sendiri beberapa tahun yang lalu. Judul yang saya tulis ‘Valentine Day’, karena itu jatuh pada tgl. 14 Februari, yang saya kira pas juga jika saya bagikan menjelang hari Valentine yang akan tiba beberapa hari ke depan. Inilah tulisannya, yang saya ingat hari itu adalah bahwa saya harus cepat-cepat menuliskannya agar tidak kelupaan atau kehilangan apa yang saya mengerti saat itu.
Suami saya berangkat ke Puncak pelayanan, saya harus menjagai putri kami yang besoknya harus sekolah. Malam itu Putri menangis -nangis seperti mau mengatakan sesuatu, airmatanya mengalir, merah, dan bilang : “Ma, Uti (panggilan kecil dia) mau omong, papa akan kecelakaan tapi bukan uti yang omong.” Entah apa yang dimaksud, dan dia lanjutkan lagi, “Tapi Uti sayang papa.” Airmatanya Continue Reading…
1 Feb, 2010 No Comments
posted by Rini Setiawan
Bagaimana jawaban bisa ‘ tidak pernah salah’ , yang berarti ‘ benar ‘ atau berarti ‘ selalu benar ‘ ?
Wah, selama masih hidup didunia yang dihuni manusia – manusia yang tidak sempurna, tentunya jawaban itu tidaklah mudah, bisa salah, bahkan mungkin tidak ada jawabannya sama sekali.
Mungkin orang berpikir, kalau pertanyaannya ‘ satu ditambah satu ‘ pasti dua, dan jawaban itu tidak mungkin salah, pasti benar ! Tapi itupun bisa salah, karena satu itu bisa mewakili satu – satu yang lain yang bukan satu yang sebenarnya. Repot juga ya . . .
Seseorang mengatakan, hayo apa rahasia umur panjang ? yang satu bilang’ jaga kesehatan! ‘ biar punya uang banyak kalau nggak sehat buat apa; yang satu lagi bilang, ya minum vitamin yang Continue Reading…
31 Jan, 2010 No Comments
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div

Ia lahir tgl. 9 april 1990. Ia dikenal juga sebagai Paldaen Dorje dari desa Ratanapuri, Kabupaten Bara di Nepal. Ia dipercayai sekarang menjadi “the next Buddha” atau “Budhha Boy” karena meditasinya yang disertai puasa selama 10 bulan yang membuat para ilmuwan terheran-heran. Mereka yang mempercayai ‘re-inkarnasi’ meyakini bahwa ia adalah titisan Budha, sekalipun Ram sendiri menyangkal penjulukan tersebut. Ia pernah mengakui bahwa ia hanyalah titisan seorang pendeta Tibet sehingga ia kemudian mengambil nama Palden Dorje.
Ia memulai meditasi yang disertai puasa pada tanggal 16 mei 2005. Selama berbulan-bulan ia bermeditasi. Kemudian ia diam-diam pindah ke masuk ke hutan untuk bermeditasi sebab “tidak Continue Reading…
28 Jan, 2010 1 Comment
posted by Rieska A. Prawiro
Setiap orang pernah mengalami situasi yang umum dibilang keadaan “terdesak”. Sebagian orang mencuri bukan karena senang melakukannya, tetapi keadaan terdesaklah yang membuat ia melakukannya. Belum lama ini di media televisi saya menyaksikan diungkapnya sebuah kasus dimana orang sampai tega menukar bayinya dengan sejumlah uang karena tak mampu menghadapi betapa mengerikannya kemiskinan yang dia alami.
Seorang saudara kami, seorang ibu yang karena terdesak menitipkan anak-anaknya Continue Reading…
22 Jan, 2010 No Comments
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div
Untuk setiap guru Sekolah Minggu, sangat layak memiliki pengetahuan tentang sejarah dimulainya Sekolah Minggu. Inggris yang menjadi tempat kelahirannya menyajikan kisah sederhana yang dimulai dengan beban hati, tetapi kini telah memberkati ratusan juta anak-anak di dunia.
Sekolah Minggu sebenarnya telah dimulai sebagai sekolah untuk anak-anak dari kaum miskin yang dipekerjakan pada hari biasa. Sekolah Minggu dulu dilaksanakan terutama hari Sabtu dan Minggu. Seratus tahun setelah pendirinya, Robert Raikes memulainya, 5,7 juta anak-anak Inggris menjadi anggota Sekolah Minggu.
Kelas Sekolah Minggu pertama sebenarnya telah dibuka ditahun 1751 di gereja St. Mary di Nottingham. Orang lain yang juga memulai pada awal kemuncul Sekolah Minggu adalah Hannah Ball di Inggris yang mendirikan sekolah di kota di tahun 1769. Tetapi umumnya kemunculan Sekolah Minggu lebih didekatkan dengan Robert Raikes seorang editor Jurnal Gloucester, yang Continue Reading…
Copyright © AoG CWS Kelapa Gading