Bali, 22-25 September 2008
Sekitar 150 peserta yang terdiri dari 47 Sinode berkumpul di hotel Dhyana Pura, Bali. Mendengarkan presentasi riset, berbagai pembicara (Jun Vencer, Steve Steele, Jacob Tobing, Richard Daulay, Rej Mack, David Andi, & Jacob Serrao) lalu membahas mengenai apa rencana ke depan terutama tahun duaribu duapuluh.
Ada yang menarik dari pengalaman bertemu berbagai teman dari berbagai denominasi. Pertama tentunya adalah bahwa apa yang biasanya formal menjadi tidak formal. Semua merasa setara dan bisa berdialog. Suasanya tersebut menyenangkan dan inspiratif karena bisa sharing dan berbagi pengalaman.
Kedua, terlihat pergumulan untuk untuk mengadopsi sebuah visi yang disodorkan agar menjadi milik bersama. Ada yang mulanya merasa ragu apakah kita akan mampu meyakinkan Sinode dan teman-teman sesama hamba Tuhan terutama para gembala, agar melipat gandakan pertumbuhan gereja. Saya bisa bayangkan apa yang bakal dihadapi para Ketua Sinode ketika mereka menyampaikan sebuah visi bersama untuk memiliki empat ratus ribu kelompok orang percaya di berbagai tempat di Indonesia pada tahun duaribu duapuluh.
Itu berarti setiap Sinode atau denominasi harus mengusahakan seratus persen pertumbuhan setiap tahunnya. Will that be possible? Memang rasanya sangat sulit. Saya juga merasa sangat kesulitan. Tapi saya ambil suatu berkat tersendiri bahwa dorongan untuk memberitakan Injil, membuka gereja baru, memenangkan jiwa dan memberi pengaruh positif bagi masyarakat sekitar dengan indikator-indikator yang pernah kita bicarakan (Public justice, Economic sufficiency, National righteousness & Social peace).
India mengalami kemajuan fenomenal dalam pertumbuhan gereja walaupun kemudian juga mengalami begitu banyak penganiayaan belakangan ini dari berbagai kelompok yang menutup gereja atau membakar gereja. Gejala yang sama yang kita hadapi beberapa tahu terakhir di negeri kita. Tetapi Indonesia dengan karakteristik dan situasi yang berbeda, masih perlu beriman lebih sungguh-sungguh untuk melihat Injil dikabarkan negeri ini. bagi orang yang butuh kasih Yesus. Betapa pentingnya memiliki iman, terlibat serius dan sensitif terhadap situasi lokal. It’s been a productive meeting.
posted by Budi S
























