
Seringkali dalam kehidupan ini orang mengatakan kebetulan, tapi di dalam Tuhan kita sama-sama percaya bahwa apapun yang terjadi, apapun yang kita alami, pastilah atas seijin Tuhan Yesus. Hal ini saya alami ketika “sang gembala” menawarkan judul ini untuk dibuat dalam tulisan, suatu pengalaman yang membuat saya merasakan bagaimana rasanya bila Tuhan tidak campur tangan…saudara bisa bayangkan jika beberapa hari berturut-turut orang-orang yang dekat dengan kita (ada 3 orang) mengatakan bahwa kita akan berpisah dan perkataan itu kita dengar pada saat tubuh kita dalam kondisi yang lelah karena persiapan perayaan Natal yang cukup banyak selama Bulan Desember ini.
Tubuh ini seakan melayang..seolah-olah sedang menghayati lagu ku kan terbang tinggi bagai rajawali dan benar-benar berhalusinasi dalam kondisi sedang terbang..terbang tanpa tujuan, terbang tanpa arah..tubuh seakan lemah tidak bertenaga, jiwa benar-benar tidak semangat melakukan aktivitas…diam seribu bahasa..Kalau tidak Tuhan yang memberi kekuatan maka kondisi ini bisa berlarut-larut..tapi Puji Tuhan..Ia menempatkan diri juga bagai rajawali yang sama-sama terbang dan Ia lebih banyak mendengar dan terus memberikan semangat dan setia menemani sehingga saya dipulihkan untuk pada akhirnya sampai pada tahap seseorang yang sehat mental dan rohani secara seimbang.
DEFINISI Sehat (WHO, 1947) : suatu keadaan yang sempurna, baik fisik, mental & sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan Mental : bersangkutan dengan batin dan watak manusia, bukan bersifat badan dan tenaga Rohani : berkaitan dengan jiwa, yang bertalian atau berkenaan dengan roh Seimbang : sebanding, sama, tidak berat sebelah, titik rata-rata yang tidak memihak secara signifikan Orang yang sehat mental adalah orang yang relatif bebas dari keluhan fisik dan mampu bersikap toleran terhadap ketidaknyamanan kondisi fisik sesaat dengan cara yang baik (Sawitri Supardi, Psikolog). Orang yang sehat rohani adalah orang yang “hatinya” bersih dari segala macam virus yang menyerang dan bisa memberi manfaat bagi sekitar. Kalau kita mampu menjadi orang yang sehat mental dan rohani secara seimbang berarti kita sudah mencapai kondisi yang sempurna, dalam kondisi ‘fit’…sehingga kalaupun badai menerpa tetap kuat dan tangguh bahkan mampu “mensupport” orang lain.
Kita dapat mengaplikasikan doa Douglas Mac Arthur yang mengatakan bahwa kita CUKUP KUAT untuk menyadari kalau kita SEDANG LEMAH, CUKUP TABAH untuk menghadapi diri sendiri kalau kita sedang TAKUT, bangga dan TIDAK PUTUS ASA kalau KALAH SECARA JUJUR, dan RENDAH HATI serta LEMBUT DALAM KEMENANGAN, BERDIRI DI TENGAH BADAI dan MAMPU BERBUAT. MENGAPA & BAGAIMANA SEHAT MENTAL Kalau kita sakit secara fisik, apakah itu sakit perut, sakit kepala, semua itu ada obatnya, kita pergi ke dokter lalu diberi resep, beli di apotik, minum obat, istirahat maka dalam waktu yang tidak lama, kita pasti sembuh. Tapi kalau mental dan rohani kurang sehat (penggunaan istilah sakit lebih mengarahkan pikiran pada hal yang negatif, seperti “sakit jiwa” sehingga lebih nyaman menggunakan istilah kurang sehat.”)..itu mah, kagak ada obatnya.
Pemberian obat oleh psikiater/ahli jiwa (dokter medis yang mempunyai spesialisasi dalam bidang penyembuhan kelainan-kelainan mental) lebih ke arah membuat kita mampu tidur sehingga syaraf tidak tegang, pengobatan yang sifatnya sementara. Artinya sakit fisik bisa diobati, mental yang kurang sehat sulit untuk pulih. Bila kita sering berbicara dengan para pasien di Rumah Sakit, ketika mereka cerita dengan semangat, maka kita seperti melihat bahwa mereka seperti tidak sakit atau sehat. Mereka tidak fokus dengan penyakit yang mereka alami, mereka lebih mengingat hal-hal yang membuat mereka bahagia. Artinya kalau hati kita gembira, maka kita berada dalam kondisi mental yang kuat, tidak terpengaruh dengan tubuh yang lemah dan hal itu justru seringkali mempercepat proses penyembuhan. Ketika akan ujian, ada kalanya kita tiba-tiba merasa “mulas” atau ketika diminta untuk berbicara di depan banyak orang, tidak jarang kita “keringat dingin”..dan bila tubuh kita diperiksa secara medis, maka dokter mengatakan kita sehat.
Artinya, ketidaksiapan mental menghadapi kondisi yang kurang menyenangkan, membuat tubuh seperti sakit. Karena itu, ternyata mental yang sehat itu sangat diperlukan. Bagaimana agar kita tetap sehat mental ? Menurut Daniel M. Landers, Profesor Ilmu Kesehatan Fisik dan Olahraga dari Universitas Arizona, salah satunya adalah dengan menggerakkan tubuh selama 10 menit setiap hari maka kesehatan mental kita akan meningkat cepat, daya pikir akan bertambah jernih, mengurangi ketegangan dan membuat perasaan menjadi riang selalu. SEHAT ROHANI Akhir-akhir ini sering kita saksikan di Media seperti TV, beberapa siswa sekolah seperti “kesurupan” atau “dimasuki roh halus.” Pada umumnya para siswa itu pikirannya “kosong” sehingga “jiwanya” seakan-akan diambil alih orang lain. Itulah sebabnya rohani kita perlu sehat agar kita tidak mengalami kondisi seperti ini. Kebanyakan orang mengobati mereka yang kurang sehat rohani kepada “orang pintar” seperti dukun, paranormal dan sebagainya. Bagaimana dengan kita anak Tuhan yang telah ditebus oleh darahNYA, jika rohani kita kurang sehat perbanyaklah berdoa pada Tuhan, minta kekuatan dari padaNYA untuk memulihkan.
SEHAT MENTAL & SEHAT ROHANI SEIMBANG 1. Agar kita tidak sombong. Seseorang yang sangat mandiri tidak jarang merasa dia tidak butuh orang lain dan kondisi ini bisa semakin meningkat dengan menganggap Tuhan tidak berperan dalam kehidupannya. Menghadapi masalah, dia sanggup mengatasinya. Peranan Roh Kudus dibutuhkan untuk mengingatkan kita bahwa kita ini sebenarnya tidak ada apa-apanya. 2. Agar kita mampu berdiri tegak dan mendukung orang lain untuk berdiri tegak. Elia, meski dia bisa mengalahkan 450 orang nabi baal tetapi sangat takut kepada Izebel, wanita jahat yang menjadi musuhnya (1 Raja-Raja 18 & 19). Sampai dia putus asa dan ingin mati. Marthin Luther karena sangat ingin berkenan kepada Allah, merendahkan diri, bahkan menyiksa diri.
Campur tangan Tuhan kepada kedua tokoh tersebut membuat mereka dipulihkan dan menjadi berkat bagi orang lain. Tokoh yang sehat mental dan sehat rohani secara seimbang adalah Mother Theresa…meski dia melayani orang yang sakit, dia tetap bersukacita dan bahagia. Dia tetap rendah hati. Pujian dan penghargaan yang diberikan padanya tidak sedikitpun membuat “Ibu yang sangat saya kagumi ini” sombong. Simaklah prinsip hidupnya, “Berilah yang terbaik kepada dunia dengan apa yang kau miliki, tak kan pernah cukup, bagaimanapun juga tetaplah memberi yang terbaik kepada dunia.” Orang yang sehat mental dan sehat rohani seimbang adalah orang yang mengaplikasikan Gal 6,2..mereka yang mau menolong dan ditolong..mengenakan kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan (Kol 3,14) Perpisahan dengan orang yang sangat dekat sungguh sangat tidak diinginkan. Tidak bisa diobati dengan apapun. Pekerjaan dan aktivitas adalah situasi sementara yang membuat untuk tidak terlalu fokus dengan kesedihan akan perpisahan. Tetapi ketika sendiri, bisa menjadi bengong sendiri dan roh serasa melayang diambil roh lain.
Karena itu, tetaplah intim dengan ROH KUDUS yaitu TUHAN YESUS yang membuat Sehat Mental dan Sehat Rohani tetap seimbang.

























Sebagai pelayan Tuhan, kita sering menghadapi keadaan2 ‘tidak baik’, justru di saat-saat kita harus melayani. jadi setuju kalau kita perlu memiliki keseimbangan mental dan rohani yang sehat untuk kita bisa melayani Tuhan dengan baik, kapanpun waktunya, baik atau tidak baik. Jadi yang penting punya ROH YANG MENYALA-NYALA sebelum kita melayani Tuhan dan itu cuma datang ketika kita intim dengan Tuhan Yesus dan minta hati kita dipenuhi oleh ROHNYA YANG KUDUS. Terima kasih bu Esther, Tuhan memakai ibu lebih luar biasa.
Sebagai orang yang hidup di dunia ini memang kita perlu kesehatan tidak hanya jasmani maupun rohani. Jadi articel sangat saya butuhkan untuk menjadi seorang yang sehat Jasmani dan rohani seimbang. Terimakasih Bu esther atas artikelnya
artikel yang bagus bu….
seimbang tdk hanya mental dan rohani, tapi fisik juga…Tuhan mau kita terpelihara sempurna tubuh, jiwa, roh sampai kedatangan Tuhan….persoalan kebanyakan kita adalah tidak memahami Firman secara utuh, fisik, mental dan roh sudah diatur dengan jelas dlm Alkitab…misalnya. ‘makan yang secukupnya’, jangan kuatir, bersukacita senantiasa’,istirahat dlll….tetap semangat!!