ANNOUNCEMENT (7)
AoG CWS KGP MINISTRIES (3)
ARTICLES (585)
BERITA DUKA (12)
BUSINESS & MANAGEMENT (50)
CellGroup (9)
CONTEMPORARY THEOLOGICAL ISSUES (21)
GiCC (4)
Joshua-Caleb's Ministry (1)
LIVING WATER (37)
MARTYRS' STORIES (1)
Mission (18)
PASTOR's NOTE (25)
PRAISE AND WORSHIP (20)
SERMON OUTLINE (2)
Social (8)
Sunday School (61)
Women's Ministry (5)
Youth CLUB (51)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
31 Jan, 2009 No Comments
posted by Rini Setiawan
A vital leader seldom waits for failure before appraising his or her leadership skills. These eight questions will help you evaluate your leadership strengths and weaknesses. You can then fine-tune your personal development program accordingly.
1. How and where do I have influence?
Influence – not position or power – makes a leader successful.
What is my current level of influence at work? How often do others turn to me for direction or approval? Do I see evidence of my influence both above and below me on the organizational chart?

31 Jan, 2009 1 Comment
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div
Ada yang menarik dari berbagai pertanyaan orang tentang bahasa roh:
1. Apakah bahasa roh berarti Roh Kudus berkata-kata melalui kita?
31 Jan, 2009 No Comments
posted by Jansri R. Sinaga

Anak-anak sekolah minggu adalah generasi penerus gereja. Banyak potensi yang didapat dari anak-anak Tuhan, yang perlu dikembangkan untuk melayani pekerjaan Tuhan. Jadi, orangtua maupun pelayan anak-anak sekolah minggu sebaiknya lebih serius lagi memperhatikan perkembangan rohani anak. Memang dalam pelayanan anak membutuhkan kesabaran, karena karakter anak yang berbeda-beda. Tetapi, kita harus menyadari betapa pentingnya pelayanan anak untuk perkembangan gereja. Beberapa manfaat dalam pelayan anak yaitu: Continue Reading…
31 Jan, 2009 No Comments
posted by Pdm. Phang Lukman
31 Jan, 2009 No Comments
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div
Speaking in Tounges: Blessing or Bullshit
by Auke Slotegraaf (seorang psychohistorian)

Speaking in tongues has been practised for many centuries, but despite its long history, differences of opinion accompany almost all questions regarding the phenomenon: is it sent from God? Is it of the Devil? Need it be a religious experience at all? Is it the result of a mental disease?
30 Jan, 2009 1 Comment
posted by Rini Setiawan
Hari ini, 30 Jan 2009, CNN menurunkan tayangan Larry King Live mewawancarai Ted Haggard dan istrinya. Ted adalah pemimpin Kaum Injili Dunia. Tahun 2006 ia jatuh setelah akhirnya mengakui dosa seksualnya dengan sesama jenis.
The disgraced former president of the National Evangelical Association, which represents 30 million evangelical Christians, apologized and said “because of pride, I began deceiving those I love the most because I didn’t want to hurt or disappoint them.”
Ia seorang hamba Tuhan terkenal, tetapi pergumulannya tentang dirinya sendiri tidak bisa dipecahkan dengan cara seperti yang diharapkannya. Ia jatuh dalam dosa seksual dengan sesama jenis, baik dengan

prostitusi sesama jenis maupun dengan beberapa kaum muda gerejanya. Mulanya ia menolak semua Continue Reading…
30 Jan, 2009 No Comments
posted by Jansri R. Sinaga
Oleh : Lois Wiwin Triutami, S. Th.
Mengajar dengan metode aktif interaktif ini untuk usia batita dan balita. Kiranya tulisan ini bermanfaat bagi pelayan anak-anak usia 0 – 5 tahun.

Metode aktif interaktif adalah cara kerja yang sudah disusun secara teratur, sistematis dan terpikir baik-baik, anak dan guru ikut terlibat dalam pembahasan pelajaran yang sedang dipelajari.
Dalam buku “Meningkatkan Kinerja Jemaat” menyatakan “katakan maka saya akan lupa, tunjukan kepada saya maka mungkin saya akan ingat, libatkan saya maka saya akan mengerti.”(Thom, Jhoani Schultz. Meningkatkan Kinerja Jemaat Yayasan Kalam Hidup, hal. 119) Maksud dari “katakan” adalah jika seorang anak diajar hanya melibatkan pendengaran saja maka minggu depan jika ditanya ia tidak ingat lagi. Arti “tunjukkan” adalah apabila guru Sekolah Minggu mengajar hanya memperlihatkan sesuatu kepada anak, maka kemungkinan besar minggu depan ia bisa ingat. Sedangkan maksud dari “melibatkan” adalah tidak hanya guru yang mengajar, melainkan mengajak anak-anak ikut terlibat aktif dalam proses belajar mengajar, maka melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengerti apa maksud dari pelajaran yang disampaikan oleh guru. Continue Reading…
30 Jan, 2009 No Comments
posted by Erikman Tampubolon
Copyright © AoG CWS Kelapa Gading