Pelayanan Kaum Muda sangat terbuka untuk dikembangkan. Bidang pelayanan ini penuh tantangan tetapi juga penuh kesempatan. Jika anda melihat kebaktian yang diisi oleh sebagian besar Kaum Muda, maka berbagai perubahan selalu dimaklumi oleh orang-orang yang lebih tua. Biasanya mereka berujar, “Maklum, kaum muda!”.Jadi pelayanan Kaum Muda memiliki kesempatan banyak untuk berinovasi secara kultural.

Kultur yang saya maksudkan adalah kultur modern yang diminati oleh anak-anak muda. Anda memerlukan investasi terbaik untuk mempertahankan dan mengembangkan sebuah gereja. Kaum Muda adalah pilihan tepat. Mulai dari situ. Apa yang dilakukan dan ditanamkan di kaum Muda tidak akan sia-sia. Saya memiliki impian tentang pelayanan Kaum Muda. Saya membayangkan Kaum Muda yang agresif dalam iman serta penuh keyakinan serta kuat dalam kelompok-kelompok. Sumberdaya mereka

Berikut ini saya berikan beberapa tips untuk ‘menaklukkan’ kemungkinan ‘perlawanan’ dari mereka yang kurang mengerti waktu Kaum Muda mengembangkan pelayanannya

1. Deklarasikan secara terbuka kepada gereja bahwa pelayanan Kaum Muda akan dikembangkan menurut pola Kaum Muda. Maka selebihnya biasanya gereja hanya cukup ‘memaklumi’ jika kaum muda memiliki corak pelayanan tersendiri. Jika anda mengubah dekor gereja, yakinkan bahwa itu hanya untuk Kaum Muda saja. Biasanya tidak akan ditolak.

2. Miliki sebuah outline tentang 3 tujuan mengapa anda mengubahnya menjadi bercorak demikian. 3 alasan biasanya dipandang cukup oleh seorang gembala sidang atau diaken maupun majelis gereja. Kekuatiran mereka biasanya berkisar pada pikiran ragu apakah anda mengerti yang anda lakukan

3. Jangan mencela cara lama dalam mempopulerkan cara baru. Anda harus menonjolkan perbedaan cara, bukan perbedaan kualitas. Biasanya penolakkan diakibatkan oleh tindakan kurang bijaksana oleh mereka yang terlalu yakin dengan cara baru sehingga merendahkan cara lama

4. Lebih sering menceritakan kepada orang-orang di dalam gereja tentang hadirnya jiwa-jiwa baru melalui perubahan corak pelayanan Kaum Muda anda. Mereka yang menentang biasanya akan diam jika sudah mendapat penjelasan praktis tentang adanya akibat positif

5. Mintalah salah satu diaken atau majelis menjadi pengayom Kaum Muda. Tentu cari yang cocok lalu berikan selalu waktu di mana para pemimpin Kaum Muda dinasihati oleh yang lebih tua. Bagi orang tua, bukan masalah anak muda melawan mereka, tetapi acap kali karena orang tua tidak pernah diberi kesempatan mengutarakan pikirannya, walaupun belum tentu akan diikuti semua nasihatnya

6. Jangan lupa melibatkan anak gembala atau pendeta setempat dan sebagian anak-anak diaken atau majelis. cara ini biasanya taktis untuk mendapatkan dukungan.

7. Miliki jaringan pelayanan dengan kaum Muda lain supaya ide-ide baru bertambah. terutama dengan sesama organisasi sehingga selalu perubahan itu ditopang dengan bukti bahwa perubahan itu dikerjakan juga di gereja lain di organisasi yang sama.

8. Kumpulkan selalu ide-ide baru. Anda dapat mengembangkan lebih dari 30 ide apa yang bisa dilakukan di Kaum Muda, mulai dari perubahan nama sampai kepada isi acara.

9. Miliki duta untuk mencari dana bagi kegiatan-kegiatan Kaum Muda dari orang-orang yang sepaham dengan pelayanan Kaum Muda, yang mau mendukung gereja.

10. Gerakan anggota kaum Muda anda untuk melayani dengan penuh keyakinan. Keyakinan selalu mengesankan orang. Keyakinan dapat mempengaruhi gereja secara keseluruhan.

Sekian GBU.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share This Post