Teman-teman hamba-hamba Tuhan, saya akan berbagi pengalaman tentang bagaimana caranya kita mempersiapkan kotbah. Setelah bertahun-tahun menguji prinsip dan langkah-langkah ini yang telah membantu saya dalam penggembalaan serta saya jalani secara konsisten, maka semoga teman-teman dimanapun anda berada langkah-langkah ini dapat membantu. Saya pernah mengajar homiletik (ilmu berkotbah), mempraktekkan berbagai jenis kotbah, mengevaluasi dan memperbaiki, tetapi dalam prakteknya untuk konteks masyarakat Indonesia, story telling tetaplah yang terbaik.

Jika anda sangat berprinsip bahwa exspository preaching adalah terbaik, anda memilih yang baik juga sekalipun anda mungkin tetap harus mengujinya berdasarkan konteks. Seni Asia bukanlah seni runtut dan sistematika. Seni Asia bukanlah linear, kaku dan konklusif. Seni Asia biasanya sirkular, lentur, paradoksikal dan multi konklusi. Seni Asia bukanlah meyakinkan pikiran. Karena sentral Asia bukan pada nalar tetapi hati. Hati menjadi sumber kekuatan yang mengubah hidup. Bukan logika tetapi kemauan. Sekalipun arah pendidikan selalu mengikuti alur pikir barat, tetapi anda temukan bahwa masalah di masyarakat adalah masalah kemauan yang mesti digugah secara efektif. Jenius Asia berbeda dari jenius barat.

Kemampuan untuk menemukan kebenaran Alkitabiah yang adalah kebenaran kekal dari berbagai bentuk cerita, mengeluarkan gagasan inti dari semak belukar cerita yang tidak berbentuk, berkotbah bagai bercerita, menggugah pikiran melalui menggugah hati, sengaja menciptakan ‘logika’ cerita adalah cara yang cocok untuk menyampaikan kebenaran. Itulah kejeniusan Asia.

Ada 3 langkah penting yang mesti dipastikan dalam mempersiapkan kotbah, sata akui bahwa pengaruh pendidikan saya pasti akan terlihat juga di sini:

1. Menemukan Apa yang Ingin Disampaikan

  • Ini memang langkah awal yang penuh pergumulan. Gagasan datang ketika anda duduk, berjalan, tidur, atau sedang menyetir mobil, mengnedarai sepeda motor dsb. Bayangkanlah Abraham mendengar suara Tuhan di padang gurun, begitulah inspirasi datang ketika anda bergerak dalam dunia modern. Jangan abaikan gagasan penting, jangan biarkan hilang. Tahukah anda bahwa Tuhan seringkali bicara tetapi kita pikir itu hanya sejenis ‘ide murahan, kurang penting, atau ide gila’ yang bisa diabaikan? Nah, hargailah percikan ide yang muncul kapan saja. Miliki catatan kecil, catat di hp anda, dsb. Tuhan kaya, sangat kaya, dan maha kaya. Ia adalah semesta inspirasi. Ia bagaikan lautan yang tiada habis air dan kandungannya. Kemana saja anda menemukan dasar lautan, masih ada jurang samudera yang tak terselami.
  • Anda tidak perlu kuatir dengan ‘pemaksaan’ ide atau inspirasi pada kebenaran ‘kekal’. Biasanya ketakutan itu datang karena mahasiswa teologi ‘diancam’ untuk tidak ber-eisegesis. Mahasiswa harus ber-eksegesis katanya. Saya terkadang menertawakan alur pikir itu. Tidak slamanya itu benar. Spektrum gembala biaanya membantu gembala untuk menentukan berdasarkan intuisi mengenai apakah inspirasi yang datang adalah kebutuhan hari itu, minggu itu atau bulan itu.
  • Langkah lain yang ‘lebih rohani’ adalah menemukan ide ketika anda berdoa, membaca firman, atau sedang membaca buku rohani. ya, ini cara tradisional dan bisa ‘tricky’ juga. Maksud saya, banyak sekali orang yang meyakini ‘suara Tuhan’ setelah membaca firman Tuhan secara teratur. Penemuan hasil pembacaan, yang dipisahkan dari konteks pergumulan sehari-hari akan menghasilkan ajaran Farisi saja. Carilah dalam Alkitab Allah berfirman sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan kebutuhan masa itu, anda tidak akan menemukannya. Pembacaan Alkitab harus disertai dengan catatan untuk mengingat apa yang diberikan dan dinyatakan Tuhan sebagai wawasan terbuka untuk dibicarakan pada konteks tertentu. Firman adalah sumber inspirasi jawaban bagi masa dulu, kini dan nanti. Tetapi dalam sebagian besar temuan saya, biasanya inspirasi itu dipersiapkan Tuhan untuk ‘nanti’.

2. Mendalami Apa Inti Yang Akan Disampaikan

  • Anda harus mulai memperluas dan mempersempit ide, temukan gagasan dasarnya, rangka, implikasi dan filosofi dasar yang biasanya berupa sebuah kebenaran sederhana. Semakin sederhana semakin prinsipil. Jika sesuatu adalah rumit dalam pikiran anda, dapt dipastikan bahwa hal itu juga rumit bagi orang lain. Jika hal itu menjadi mudah dipahami, mudah diyakini dan anda bersemangat terhadap penemuan anda, hal itu juga sama dalam orang lain. Inti selalu sederhana. Tetapi kesederhanaannya bukan hasil temuan biasa. Kesederhanaan yang saya maksudkan adalah seumpama prinsip “air selalu mencari tempat yang lebih rendah.” Kesederhanaan itu mesti berwawasan universal dan dapat ditemukan di mana-mana, menjadi dasar perrgerakan sebagian besar dunia dan kehidupan. Anda pasti dapat menemukannya, jika anda membuka mata dan hati pikiran lebar-lebar.
  • Mulailah membiasakan diri untukmencari topik Alkitab yang sama dengan ide yang muncul. Renungkan apa dengan cermin Alkitab atau cerita Alkitab. Perkaya diri anda dengan pengertian hasil perenungan.
  • Ingatlah bahwa sebuah ayat, sebuah kejadian dalam Alkitab, sebuah buku dalam Alkitab memiliki keterkaitan berikut: mengapa penulis menulis hal itu, mengapa penulis menempatkan ayat itu di situ, mengapa Alkitab menempatkannya di situ, bagaimana artinya bagi jaman modern. Jadi, arti yang diberikan oleh penulis, oleh Allah dan relevansinya bagi jaman ini harus ditemukan
  • Ini adalah sebuah pekerjaan dari luas, menyempit, lalu meluaskannya kembali. Pada  proses meluaskannya kembali itulah anda sedang menempatkan konteks modern supaya relevan.

3. Mempersiapkan Penyampaian

  • Berkotbahlah dalam pikiran sebanyak 5 kali sebelum anda mengkotbahkannya. Berkhayalah ana sedang menyampaikan. Catatlah pendahuluan anda dengan rapih, sebab pengkotbah punya penyakit yang sama, “perjuangan di awal …”. Ini harus ditaklukkan dengan mempersiapkan pembukaan yang penting.
  • Baca buku berbicara di depan umum, berpidato, dsb. yang ditulis oleh mereka yang bukan pendeta. Anda akan menemukan banyak hal penting yang sangat berguna. Buku “the magic of public speaking” sudah dalam bahasa Indonesia adalah buku yang sangat baik akalu ukan yang terbaik untuk memberi tips kepada kita. Cobalah pergi ke toko buku, dapatkan buku tersebut. Larry King juga membuat buku sejenis, tetapi lebih mudah menerapkan buku yang saya sebut tadi.
  • Berkotbahlah lebih dari sekali atas topik yang sama, dengan memperbaiki kotbah pertama anda. Biasanya anda belajar menemukan hal-hal penting ketika memperbaiki. Mereka yang berani memperbaiki, biasanya lebih cepat menemukan rahasia keberhasilan.

nah, sementara ini, coba gunakan beberapa langkah tersebut, be a contemporary speajkers in todays world, may God bless you!

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share This Post