Mana lebih dulu, ayam atau telur? tergantung sudut mana anda berpikir, jawabannya pasti akan berbeda. Begitulah kerumitan masalah yang bisa terjadi dalam sebuah rumah tangga. Jika anda ingin memperjuangkan keutuhan sebuah rumah tangga, jangan pernah mengajukan syarat seperti ayam atau telur lebih dulu. Masalah tidak pernah terpecahkan jika pendekatannya adalah siapa lebih dulu yang harus berubah.
Lebih banyak masalah rumah tangga yang ditimbulkan oleh karena kedua belah pihak, bukan satu pihak. Ada yang berasal dari kemarahan yang tersimpan untuk kurun waktu yang lama. Ada yang menyimpan ketidak puasan tertentu, istri yang dianggap mengabaikan permintaan suami, suami yang dianggap meremehkan istri, dsb. Jika didaftarkan potensi masalah, akan ditemukan 1001 macam alasan. Tetapi yang khas dalam urusan domestik rumah tangga adalah bahwa biasanya asap ditimbulkan oleh api. Kesalahan yang sangat besar terjadi karena adanya hal-hal kecil yang diabaikan dan diremehkan.
Mungkin anda berpikir bahwa perselingkuhan adalah problem sesaat yang diakibatkan kenakalan dalam diri salah satu pihak apakah suami atau istri. Tetapi catatan berbagai sumber masih menyebutkan bahwa perselingkuhan lebih banyak dipicu oleh kemarahan tersembunyi yang membuat seseorang memilih jalan yang salah. Hal ini bukan legitimasi pada tindakan salah salah satu pihak. Tetapi ini adalah suatu peringatan agar tidak meremehkan kemarahan-kemarahan kecil. Segala sesuatu harus cepat diatasi dengan mendudukan masalah pada porsinya lalu menyadari apa yang sesungguhnya terjadi.

Jika anda tiba pada situasi di mana dorongan dalam diri anda adalah seperti mana lebih dulu, ayam atau telur, segeralah berhenti dari perdebatan pikiran dalam diri anda. Sekian banyak rumah tangga benar-benar berantakan karena yakin bahwa segala perbaikan harus dimulai dari pihak yang ‘bersalah’. Memang benar bahwa tanggung jawab lebih besar pada mereka yang telah memilih jalan yang salah. Tetapi perlu anda ketahui bahwa kita dapat menemukan sejumlah pria yang tidak bahagia dengan jalannya yang salah. Setiap pria atau wanita yang selingkuh, pasti pernah dihinggapi perasaan terpukul karena ia sudah terjerat pada suatu hubungan yang tidak seharusnya. Ia membayangkan kehancuran jika anak-anaknya mengetahui siapa ayah atau ibu mereka yang sebenarnya. Apa kata kawan atau famili mereka tentang hubungan tersebut. Sekalipun seorang pria atau wanita bisa menutup telinga terhadap sekelilingnya, ia tidak bisa mematikan suara yang muncul pada nurani dan pikirannya.

Saya masih percaya bahwa seorang pria atau wanita yang telah jatuh dalam hubungan yang tidak benar, tetap memiliki nurani untuk berubah. Ia masih bisa menyadari dan membayangkan akibat buruk karena pilihannya. Ia masih punya keinginan untuk kembali kepada keluarga. Tetapi antara kenakalan, terjebak dan keinginan untuk kembali, sering muncul pada waktu-waktu yang sulit diterka. Seorang pria yang sedang tidur dengan seorang wanita yang bukan istrinya, bisa menyesali perbuatannya dan ingin bertobat. Seorang wanita yang tanpa sadar jatuh ke pelukan pria berkeluarga, pasti dihinggapi perasaan bersalah dan ingin mengubah keadaan.
Tetapi sayangnya momen tersebut sering tidak mendapat sambutan yang baik. Istri yang tidak membantu pertobatan suami, suami yang menolak mengampuni istri yang berdosa, masing-masing menghancurkan jalan yang dirintis oleh Tuhan sendiri. Sama seperti Musa yang memukulkan tongkat pada batu karena emosinya, pasangan yang ingin dibaharui dapat menghancurkan jalan yang dirintis Tuhan dengan cara bertindak saling melukai. Iblis diberikan kemenangan cuma-cuma oleh pasangan yang saling melukai.
Bagaimana menghindari situasi ayam dan telur?
1. Anda … ya anda, bukan dia, adalah orang pertama yang harus berubah. Jangan pernah bermimpi mengubah dunia untuk anda. Ubahlah diri anda, maka dunia akan turut berubah. Ambillah inisiatif memulai perubahan, karena hanya itu yang akan menyelamatkan pasangan anda. Hanya anda yang memiliki kesempatan terbesar untuk menyelamatkan pasangan anda. bukan orang lain.
2. Pastikan bahwa anda mengalah! anda mungkin tidak percaya jika saya katakan bahwa anda perlu menyerah. Jika anda menyerah maka Tuhan kemudian turun tangan menolong anda. Urusan rumah tangga tidak pernah bisa diselesaikan sampai ada salah satu yang mengalah. Idealnya adalah win-win solution. Tetapi harga diri adalah halangan terbesar pada pasangan yang sulit berdamai. Ambilah inisiatif untuk menghentikan masalah yang ada. Gimana caranya? Mengalah! Anda mungkin berkata, anda sudah ribuan kali mengalah, ya kali ini, tambahkan sekali lagi. Tetaplah mengalah demi keutuhan rumah tangga anda. Pada beberapa keluarga, istri yang lebih pantas mengalah. Pada eberapa keluarga lainnya, lebih cocok jika suami yang mengalah. Intinya adalah, apa cara terbaik mempertahankan rumah tangga.
Pasangan anda dapat dimenangkan jika anda tahu rahasia sederhana. Yesus berkata, apa yang kamu pegang akan terlepas, apa yang kamu lepaskan akan kamu dapatkan. Percayalah bahwa Allah tahu kekuatan anda. Tetapi jangan mengharapkan Tuhan akan memanjakan anda. Ia hanya meminta anda percaya kepada keadilan Tuhan dan jalanNya. Hidup anda akan tenang. Anda akan melihat hal-hal ajaib jika anda benar-benar memilih untuk mengandalkan Tuhan. Percayakan diri anda kepada Tuhan! Ia punya cara yang anda tidaks angka untuk mengubah keadaan anda.

























Ibaratnya sama seperti dendam yang ga ada habis2nya. oleh karena itu lebih baik di komunikasikan untuk menemukan solusi yang terbaik.