ANNOUNCEMENT (7)
AoG CWS KGP MINISTRIES (3)
ARTICLES (588)
BERITA DUKA (12)
BUSINESS & MANAGEMENT (50)
CellGroup (9)
CONTEMPORARY THEOLOGICAL ISSUES (21)
GiCC (4)
Joshua-Caleb's Ministry (1)
LIVING WATER (37)
MARTYRS' STORIES (1)
Mission (18)
PASTOR's NOTE (25)
PRAISE AND WORSHIP (20)
SERMON OUTLINE (2)
Social (8)
Sunday School (61)
Women's Ministry (5)
Youth CLUB (51)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
30 May, 2009 No Comments
posted by Erikman Tampubolon

Ada pertanyaan yang muncul dalam pikiran kita, “apakah kita masih bisa bersaksi ketika kita mengalami pergumulan hidup?” “Apakah kita masih bisa menjadi berkat bagi orang lain ketika badai hidup menerpa kehidupan kita?” Dalam kitab Filipi 1:12b dikatakan bahwa, “Apa yang terjadi atasku ini justru menyebabkan kemajuan Injil”
30 May, 2009 No Comments
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div

UNDERSTANDING (5)
THE 10 COMMANDMENTS
Keluaran 20
Hukum ke 5: Hormatilah ayah dan ibumu
30 May, 2009 No Comments
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div

UNDERSTANDING (1)
THE 10 COMMANDMENTS
by Budi S
Keluaran 20
10 Hukum Torat diberikan kepada Umat Israel yang dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian. Allah berjanji sebelumnya kepada Musa bahwa jika Firaun bertanya mengapa mereka ingin pergi keluar dari Continue Reading…
30 May, 2009 No Comments
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div
To make money in the stock market you must be able to identify trends and patterns within individual stocks and within the overall stock market. Trading stocks is very much about capitalizing on timing. The successful investor knows when to buy and when to sell. But more importantly a good investor really knows what signals to look for that tells him or her the time to buy and what signals to look for that tells him or her the time to sell to sell. How to read the stock market is the crucial skill in the development of a successful stock trader.
29 May, 2009 No Comments
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div
Ia menuliskan perkataan ini sesaat sebelum ia melakukan bunuh diri,
“Don’t be too sad. Aren’t life and death noth a piece of nature? Don’t be sorry. Don’y blame anyone. It is fate.”
“I am in debt to too many people.”
“Too many people have suffered because of me. And I cannot imagine the suffering they will go through in the future.”
Tekanan rasa malu karena dugaan keterlibatannya atas skandal suap sebesar 6 juta dolar – untuk orang sekakap mantan presdien Roh bilangan itu relatif kecil terutama jika dibanding di negeri Continue Reading…
29 May, 2009 No Comments
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div
Mau dibilang black campaign atau bukan, kita tidak terlalu concern! Tetapi message yang ingin disampaikan oleh sebagian orang sudah tersampaikan, “seorang ibu negara seharusnya berjilbab!”. Begitulah pengertian yang pasti tertangkap oleh orang-orang yang melihat spanduk di depan kantor sebuah partai.
Mereka bisa saja mengatakan bahwa mereka tidak terlibat memasang spanduk itu, tetapi ‘warna’ partai yang tercermin dalam tulisan tersebut tidak bisa dihilangkan. Kita mengerti siapa yang dituju, tetapi biarlah mata terbuka melihat siapa dan apa yang diinginkan oleh penulis dan pendukung tulisan tersebut. Sangat menyolok maksud dan tujuannya, orang sudah mulai menuntut lebih terbuka tentang ciri keagamaan seseorang. Itu masih ibu negaranya yang Continue Reading…
28 May, 2009 No Comments
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div

Banyaknya denominasi Kristen di Indonesia adalah ‘berkat‘ dan ‘kutuk‘. Berkatnya karena semakin luas Injil diberitakan, kreatifitas anak-anak Tuhan mendapat tempat, perbedaan memperkaya pandangan, dsb. Sedangkan kutuknya karena terjadi silang pendapat, saling mengaku yang terbaik, perebutan jemaat yang tidak sehat, terutama kesaksian di kalangan masyarakat. Motifnya apapun pada pihak yang mengijinkan menjamurnya denominasi, apakah untuk memecah Continue Reading…
28 May, 2009 1 Comment
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div
Oleh: Mary Jop Sharp, Kamis, 14 Februari 2008/bs

Dalam argumentasi melawan teori “Zeitheist, the Movie,” saya telah menyajikan 3 bagian seri tayangan berhubungan dengan kultur Yahudi abad pertama di mana kekristenan muncul. Artikel ini adalah bagian terakhir dari seri artikel tersebut. Meskipun saya belum secara langsung membantah poin-poin spesifik di film itu dalam tulisan-tulisan ini, saya telah membangun kasus sejarah untuk menunjukkan bahwa Yudaisme monoteistik abad pertama tidaklah secara doktrinal dipengaruhi oleh penyembahan budaya dari dewa-dewi kafir.
Copyright © AoG CWS Kelapa Gading