
Bisa dimaklumi jika orang meragukan adanya dosa asal atau dosa warisan yang bertanggung jawab atas segala dorongan untuk berbuat dosa. Kecenderungan hati orang yang terus menerus mengarah kepada perbuatan tercela dan merugikan diri serta orang lain. Dosa warisan atau dosa asal adalah jawaban yang ditunjukkan Alkitab.
Jika keyakinan seseorang tidak mempercayai adanya dosa warisan, ya dimaklumi, premisnya beda dan cara pandanganya tidak sama. Hanya kenyataan sehari-hari yang akan membuktikan apakah premis tersebut benar atau tidak. Dengan melihat kenyataan sehari-hari, adanya hukum di sebuah negara, berbagai peraturan diberikan untuk mengatur, dsb. menunjukkan bahwa semua orang harus mengendalikan diri, jika tidak maka akan berurusan dengan hukum. Dorongan apa yang membuat orang cenderung berbuat jahat sekalipun ia tidak diajari?
Telitilah apa yang dikatakan oleh firman Allah. Secara konsisten baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, ayat-ayat firman Allah berbunyi demikian:
· Mazmur 51:5 – Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
· Mazmur 58:4 – Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat.
· Ayub 15:14 – Masakan manusia bersih, masakan benar yang lahir dari perempuan?
· Kejadian 8:21 – Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
· Yohanes 3:6 – Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
· Roma 5:17-19 – Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, … Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, …
Rasul Paulus mengkonfirmasi apa yang ada di Perjanjian Lama. Ia bukan orang yang menelurkan gagasan dosa warisan. Ia menjelaskan apa yang telah ada dalam Perjanjian Lama. Tabiat berdosa manusia sejak dosa masuk dalam peristiwa kejatuhan Adam dan Hawa, maka setiap anak yang dilahirkan memiliki kecenderungan berdosa, yang mengotori gambar Allah yang original.
Dengan keberdosaan manusia, maka kita dimampukan untuk berbuat dosa. Perbuatan dosa hanya gejala bahwa dosa ada dalam diri kita. Dosa warisan harus dibedakan dari dosa perbuatan. Dosa perbuatan masing-masing akan memikul tanggung jawab pribadi, Yehezkiel 18. Tetapi untuk tabiat berdosa yang menyebabkan terputusnya hubungan manusia dengan Allah sejak Adam dan Hawa jatuh, anda membutuhkan Yesus untuk menghapuskan kutuk dosa tersebut dari hidup anda.
Atas semua jenis dosa, Yesus sanggup mengampuninya. Semoga kita bisa merendahkan diri kita karena Yesus berkuaa untuk mengampuni dosa kita.
Puji Tuhan, halleluya!
























