Wayne Jackson/bs

aa-84

(Agenda pembicaraan tentang Akhir Jaman harus dibersihkan dari berbagai kepentingan sehingga pembaca mendapat keterangan sesungguhnya tentang pokok ini. Bahan ini sengaja saya terjemahkan agar berguna bagi kita semua)

Sejarah gereja terulang kembali dengan contoh ‘nabi-nabi’ sensasional yang telah menarik perhatian publik dengan menyatakan bahwa mereka mengetahui waktu kembalinya Yesus ke bumi ini.

William Miller, pendiri gerakan Advent, mengumumkan bahwa Kristus akan kembali di tahun 1843, ketika ramalan itu tidak tergenapi, sebuah revisi dibuat lagi dan 1844 ditetapkan. Ternyata, ‘nubuat’ itupun tidak terjadi.

Joseph Smith, pemimpin Mormon, mengajarkan bahwa Kristus akan datang tidak lebih dari tahun 1891, ‘nubuat’ itu juga tidak tergenapi.

C.T. Russell, pendiri organisasi Watchtoer – Saksi Yehova – mendeklarasikan bahwa Kedatangan Tuhan akan terjadi di tahun 1914.

Salah satu peramal masa depan adalah Hal Lindsey, pengarang buku populer, The Late Great Planet Earth, yang telah berargumentasi bahwa ‘tanda-tanda’ dari matius 24 menunjukkan bahwa Yesus akan datang kembali tahun 1988.

Lindsey tiba pada kesimpulan itu dengan menyarankan bahwa “generasi” yang menyaksikan kelahiran kembali Israel (sebagai sebuah negara) di tahun 1948 akan juga menyaksikan kedatang Tuhan. Karena sebuah generasi diduga memiliki rentang waktu 40 tahun, Lindsey yakin bahwa Kristus akan datang kembali dan melakukan ‘pengangkatan’ pada tahun 1988. Ia kemudian menyimpilkan bahwa karena pengangkatan tersebut akan diikuti dengan 7 tahun masa Kesusahan Besar, Yesus kemungkinan akan muncul secara kasat mata sekitar tahun 1995 untuk memimpin peperangan Armagedon dan memulai pemerintahan selama 1000 tahun di bumi.

Landasan bukti dari pandangan ini bahwa Yesus akan kembali tahun 1995 atau sejenis dikatakan telah ditemukan di dalam Matius 24.

Ketika Tuhan Yesus meninggalkan Yerusalem (Mat. 24:1,2), para MuridNya meminta perhatian Tuhan atas bangunan-bangunan bait Allah. Yesus kemudian berkata: “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” Jelas sekali Yesus berbicara tentang kehancuran Yerusalem, yang akan digenapi 40 tahun kemudian.

Waktu mereka sedang duduk di bukit Zaitun, murid-murid bertanya kepada Yesus kapan “semua hal” tersebut akan terjadi dan apa yang bakal menjadi tanda-tanda kedatangan dan akhir dunia. Mereka mungkin menduga bahwa kehancuran Yerusalem dan akhir dunia akan terjadi di waktu yang bersamaan. Dalam percakapan tersebut, Yesus berusaha memperbaiki konsep mereka.

Kotbah di bukit Zaitun dibagi dalam 2 bagian utama: pertama, Yesus menyinggung tentang kehancuran Yerusalem, dan ‘tanda-tanda’ yang akan menyambut peristiwa tersebut (4-34); kedua, Ia berbicara tentang kedatangannya kembali, dan tidak akan ada tanda-tanda yang mencirikan saat tersebut (36).

Tentu saja ini adalah tragedi yang menyedihkan bahwa para spekulan histeris yang sering membahas nubuat Alkitab akan mengambil tanda-tanda yang berkaitan melulu dengan kehancuran Yerusalem, dan mencoba untuk memberikan aplikasi modern mereka dalam konteks perang nuklir Armagedon.

TANDA-TANDA

Tanda-tanda yang disebutkan oleh Yesus ditemukan dalam Matius 24:4-14. Kita tidak akan mengambil waktu membahasnya dalam artikel ini, tetapi cukup dikatakan di sini bahwa setiap poin tersebut digenapi dalam rentang waktu 40 tahun antara ucapan Yesus dan kehancuran Yerusalem tahun 70 M. Saya ingin rekomendasikan beberapa sumber yang baik untuk dibaca dalam kaitan dengan ini:

J. Marcellus Kik, Matthew XXIV, Presbyterian & Reformed, 1948

Roy Deaver, “Matthew 24″ dalamĀ  Premillenialism – Trus Or False?, Wendell Winker, d. 1978, pp. 105 dst.

Cecil May, “Mathhew 24,” dalam The Biblical Doctrine of Last Things, David Lipe, Ed., 1984, pp. 115 dst.

Ketiga sumber itu adalah sumber yang luar biasa bagus untuk topik ini.

Di akhir artikel ini saya secara sederhana akan menunjukkan secara konklusif bahwa ‘tanda’tanda’ dari Matius 24:4-14 tidak dapat ditemukan penggenapannya pada kedatangan esus kedua kali.

Ada 4 alasan utama yang menunjukkan bahwa tanda-tandfa dalam Matius 24:4 dst itu berhubungan dengan kehancuran Yerusalem tahun 70 M.

Pertama, dalam ayat penting tersebut yang menandai ‘penggalan besar’ dari pasal itu, Yesus secara jelas berkata: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.” (ayat 34). Ekpresi “semuanya ini” menunjuk kepada tanda-tanda yang Yesus berikan. Dan ‘semuanya ini’ – tanda-tanda – akan digenapi sebelum generasi itu berlalu.

Pertanyaannya adalah – apa yang dimaksud dengan ‘generasi ini’? Dispensasionalis suka berkata bahwa ‘generasi’ menunjuk kepada ‘suku bangsa’, dengan demikian perkataan itu menunjuk kepada orang Yahudi; jadi Tuhan menunjukkan bahwa tanda-tanda itu akan digenapi dan orang orang-orang Yahudi akan terpelihara (cf. Scofield Reference Bible).

Pandangan sedemikian tentang ‘generasi’, dimanapun, memang adalah salah satu varian penafsiran dari kata-kata dalam Perjanjian baru. Dalam Greek Lexicon Arndt & Gingrich, mereka mengomentari bahwa ‘genea’ (generasi) menunjuk terutama kepada “total keseluruhan dari mereka yang dilahirkan sejaman, diperluas mencakup mereka yang tinggal pada periode waktu gererasi tersebut, ‘contemporaries’ (hal. 153). Sebuah survey atas beberapa bagian dalam Injil Matius akan secara cepat mengkonfirmasi definisi ini (11:16; 12:39,41,42,45; 16:4; 1717; 23:36). Jadi jelasnya, tanda-tanda yang disebut dalam kotbah di bukit Zaitun terbatas pada abad pertama.

Kedua, meskipun Lindsey dan orang-orang lain berpegang bahwa deskripsi Matius 24 menceritakan tentang perang nuklir internasional abad modern, pertimbangan konteks menunjukkan bahwa Tuhan secara jelas menunjuk kepada situasi lokal dan dulu.

aa-85

Pertimbangkan faktor-faktor ini:

1. Yesus secara jelas menunjukkan bahwa kehancuran yang akan datang melibatkan area bait Allah kuno (holy placeĀ  – 24:15) dan kota Yerusalem (Luk. 21:20)

2. Murid-murid di Yudea diperingatkan untuk “lari ke pegunungan” (ay. 16) – instruksi yang rasanya tidak relevan jika terjadi serangan bom atom! Namun demikian menurut kesaksian sejarawan Eusebius, orang-orang Kristen, sebelum invasi atas Yerusalem, melarikan diri ke Pella bagian timur dari sungai Yordan dan disanalah mereka mempertahankan nasib orang Yahudi.

3. Yesus mengingatkan: “Orang yang sedang di peranginan di ata srumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,” (ay. 17). lagi, instruksi ini tidakmungkin masuk akal jika Yesus sedang membicarakan perang nuklir di aman modern. Tetapi akan masuk akal bahwa rumah-rumah kuno Yerusalem memiliki atap yang rata yang menempel satu sama lain. jadi, orang Kristen mungkin bisa melarikan diri melalui atap-atap rata rumah mereka (Edersheim, Sketches of Jewish Social Life, hal. 93)

4. Nasihat, “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin” (ay. 20) mengantisipasi kondisi-kondisi ketika perjalanan menjadi begitu sulit, dan:

5. “Berdoalah sehingga pada waktu kamu melarikan diri … bukan pada hari Sabat” dengan perhitungan bahwa pada hari Sabat pintu kota kuno Yerusalem akan ditutup (Neh. 13:19) suatu fakta, tentunya, yang tidak bisa terjadi setelah kehancuran kota Yerusalem itu sendiri.

Ketiga, ilustrasi yang diperkenalkan Yesus untuk memastikan kesiapan kedatanganNya kembali mengesampingkan kemungkinan tanda-tanda yang diberikan untuk menentukan waktu kejadian tersebut.

Dalam sejumlah ilustrasi historis yang hidup, Yesus menyatakan bahwa tidak ada petunjuk waktu yang akan diberikan bagi kedatangan-Nya kembali; malah, hari Penghakiman adalah hari di mana orang tidak menyadarinya.

Catatan:

(1) Seperti orang pada jaman Nuh melanjutkan bisnis mereka secara normal “sampai kepada hari” di mana banjir itu datang, “demkian jugalah kedatangan Anak Manusia” (ay. 38,39)

(2) Orang-orang di Sodom kuno tidak menyadari kehancuran yang datang sampai “hari dimana Lot keluar dari Sodom,” demikian juga “dengan cara yang sama akan terjadi demikian di hari dimana Anak manusia itu nampak” (Luk. 17:28-30)

(3) Yesus menyatakan bahwa Ia akan datang pada waktu yang tidak disangka-sangka, seperti pencuri. “Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (ay. 43,44; 1 Tes. 5:2; 2 Pet. 3:10).

(4) Perumpamaan anak dara dalam matius 25 secara tegas mengajarkan tentang kesiapan terus menerus, karena pengantin pria akan datang pada waktu yang sama sekali tidak diduga (tengah malam – suatu waktu yang tidak mungkin bagi sebuah pernikahan!)

Tidak ada apapun dalam Matius 24 yang menyadiakan dukungan kepada teori bahwa Kristus akan memberikan tanda-tanda tentang akhir dunia ini.

Keempat, salah satu point paling meyakinkan yang menunjukkan bahwa Tuhan tidak memberikan tanda apapun bagi akhir dunia ini untuk di hitung-hitung adalah afirmasi ayat 36. “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”

Argumen ini sangat mengerikan: meskipun Yesus memberikan tanda-tanda dalam Matius 24:4-14. tetapi Ia sendiri tidak tahu kapan Ia akan kembali lagi. Jadi jelaslah bagi tiap orang bahwa tanda-tanda dalam Matius 24 tidak bisa dipakai sebagai tanda kedatangan Yesus yang kedua kali.

Apakah ini bukannya jadi kelihatan aneh jika kemudian para ‘nabi’ modern dapat membaca Matius 24 dan memperkirakan saat akhir dunia ini terjadi? Sedangkan orang yang berbicara dalam Matius 24 itu sendiri (yakni Yesus) saja tidak tahu!

Yang diperlukan sekarang adalah kesiapan selalu bagi kedatangan Yesus kedua kali!

(Are There ‘Signs’ of the Second Coming of Christ artikel yang dipublish tgl. 15 Agustus 2002)

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share This Post