aa-87

Yohanes 7:45-47

Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?” Jawab penjaga-penjaga itu: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: “Adakah kamu juga disesatkan.

Keraguan tentang siapa Yesus bukan barang baru, sejak jaman Yesus sudah ada. Apakah Yesus adalah nabi biasa, ataukah lebih dari itu? Apakah Yesus menyatakan diri-Nya sebagai TUHAN?. Para parajurit suruhan para iman, menyatakan (sama seperti banyak orang sekarang berkata), “Belum pernah ada seorangpun yang berkata seperti orang ini!”

Orang Yahudi masa itu, jika mendengar perkataan “Anak Allah” tidak memasalahkan seperti orang pada umumnya yang berkata, Allah tidak melahirkan anak. Karena sama seperti kebanyakan orang yang mengerti urusan rohani, pertanyaan “Allah melahirkan anak” hanya ide tidak cerdas hasil kacamata bahasa dan budaya lain yang bukan Yahudi.

Orang Yahudi mengartikan kata “Anak Allah” punya implikasi “menyamakan diri setara dengan Allah”!. Jadi bagi mereka problematik ucapan Yesus adalah bahwa Yesus mengangkat dirinya setara dengan Allah. Ini sudah jadi masalah pada jaman Yesus! Bukan baru 30 tahun belakangan ini dipermasalahkan orang. Jadi kita tidak perlu terkejut dengan pertanyaan orang.

Alkitab (apapun yang dikatakan orang, misalnya Alkitab sudah dirubah oleh orang Kristen dan pengikutnya terutama Paulus) tetap menempatkan status Yesus sebagai TUHAN, mengagungkan Yesus sebagai TUHAN karena mendapatkan pernyataan-pernyataanNya yang sangat penting bahwa Dia adalah TUHAN.

Bukan karena iman Kristen yang menjadikanNya sebagai TUHAN, tetapi PERNYATAAN-PERNYATAAN YESUS SENDIRI dapat membuat orang Yahudi langsung memposisikan Yesus menghujat Allah.

Sejak dulu, orang Yahudi menentang Yesus karena Ia menyamakan diri-Nya setara dengan Allah

· Yohanes 5:18 – “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.”

· Yohanes 8:57-59 – “Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

· Yohanes 10:33 – “Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Yesus menggunakan kata “Akulah ..” seperti apa yang tertulis dalam kitab Yesaya 40 – 66, yang hanya layak digunakan oleh TUHAN.

Yesus menggunakan kata “Aku adalah” atau “Akulah …” (Ego Eimi) dengan struktur yang sama yang dipakai oleh Allah dalam Yesaya 40-66. Sehingga orang Yahudi yang mengenali kitab Yesaua akan tersinggung karena Yesus memakai kata-kata yang hanya ALlah gunakan.

Pikiran mereka seperti jika anda mendengar kata: “Dimana saja, kapan saja, siapa saja,…” anda pasti berpikir Cocacola. Orang Yahudi begitu mendengar Yesus menggunakan kata ‘ego eimi’ mereka langsung teringat dengan apa yang dikatakan dalam Septuaginta (terjemahan Yunani dari PL berbahasa Ibrani milik orang Yahudi.). Contohnya:

· Yes. 44:6 – Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.”

· Yesaya 43:25 “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.

· Yes. 46:9 – “Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku.”

Perhatikanlah bagaimana Yesus menggunakan ungkapan yang sama:

· Selain Yoh. 13:19 Yesus berkata dalam Injil Yoh. 8:23-24 – “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”

· Yohanes 8:12 – “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Dan 2:22 - Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya

· Yohanes 11:25 - Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”

Yesus memiliki kedaulatan atas kebangkitan dan hidup, Yoh. 5:21

· Yohanes 14:6 – “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Dengan segala usaha, orang hanya bisa menjumpai Allah sebagai hakim. Tetapi hanya melalui Yesus kita menjumpainya sebagai Bapa

· Yohanes 6:35 – “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

…………………………………………………………………………………………………………

· Yohanes 10:9 – “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.”

…………………………………………………………………………………………………………

· Yohanes 10:14 – “14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.”

…………………………………………………………………………………………………………

Kesimpulan:

Pernyataan-pernyataan Yesus sangat kuat sekali membuktikan tentang siapa diriNya. Iman kita harus terpusat kepadaNya.

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share This Post