(Anda perlu membaca kesaksian ini. Diceritakan langsung oleh seorang ibu bernama Lisa karena merasakan pertolongan TUHAN yang luar biasa dan aneh kejadiannya)

A-36

Tahun 2007, Kelapa Gading dan sekitarnya dilanda hujan besar yang mendatangkan banjir besar menggenangi hampir keseluruhan wilayah. Keluarga ibu Lisa tinggal di Gading Griya. Air sudah menggenangi dalam rumah sekitar 1 meter. Semua barang diangkat ke lantai dua di mana sebuah kamar yang bocor karena air merembes dari batas plafon dan dinding yang menggenangi lantai kamar. Keluarga dengan dua anak yang sudah dewasa, menghadapi hujan dan banjir bersama-sama. Walaupun air sudah masuk ke dalam rumah mereka setinggi 1 meter, mereka merasa belum saatnya untuk menyingkir dari rumah dan mencari tempat lain yang lebih aman dari air.

Setelah sejak siang hujan tidak turun sampai sore. Putri mereka sakit panas yang menguatirkan. Anda bisa bayangkan jika orang sedang menghadapi banjir tetapi ada anggota keluarga yang sakit. Lantai dua menjadi tempat terakhir mereka untuk bertahan. Karena kamar di lantai dua tidak pernah dipersiapkan untuk tidur maka keadaan membuat putri mereka harus ditidurkan di lantai kamar. Persoalannya adalah ‘kebocoran’ yang sejak kemarin kelihatan jelas dan sangat mengganggu pasti akan mengganggu lagi jika hujan turun malam hari. Air akan menggenangi lantai lalu ke mana lagi mereka harus pergi sementara anak mereka panas tinggi.

Malam itu ketakutan mereka emnjadi kenyataan. Malam minggu hujan turun dengan sangat deras, segera mereka mengetahui bahwa mungkin mereka harus terima kenyataan mereka tidak bisa tidur. Tetapi yang menjadi pikiran adalah bagaimana dengan putri mereka yang sedang sakit?

Sang ibu, dengan iman yang sudah dibina sejak muda, bergantung kepada Tuhan dengan kerendahan hati, malam itu menangis dan memohon belas kasihan Tuhan (ia selalu menangis terharu setiap kali menceritakan kisah ini). Ia meminta dengan sangat, memohon sekuat tenaga dan kesungguhannya agar TUHAN menolongnya. Ia meminta  agar tidak terjadi kebocoran mengingat putri mereka harus tidur di lantai dalam keadaan sakit.

Rasanya tidak mungkin tidak bocor. Hujan tidak besar saja sudah bocor apalagi malam itu hujan lebih besar. Di sinilah keajaiban terjadi, malam itu tidak ada kebocoran di dinding yang mereka kuatirkan sehingga putri mereka bisa tidur sekalipun di lantai dingin. Mereka terheran-heran bagaimana itu bisa terjadi. Mereka bisa bernafas lega dan beristirahat malam itu dengan kagum akan pertolongan Tuhan. Bagaimana bisa terjadi? Tuhan mendengarkan doa seorang ibu yang sungguh-sungguh!

Besok harinya mereka memutuskan untuk pindah karena kondisi air yang tetap tinggi dan putri mereka yang membutuhkan istirahat cukup. Begitu mereka akan keluar meninggalkan rumah mereka yang masih tergenang air, mereka melihat bagaimana air merembes turun dari dinding kamar lantai dua mereka.

Sungguh mengherankan! Pasti tangan Tuhan yang melakukannya! Tuhan menjawab doa!

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share This Post