ANNOUNCEMENT (7)
AoG CWS KGP MINISTRIES (3)
ARTICLES (585)
BERITA DUKA (12)
BUSINESS & MANAGEMENT (50)
CellGroup (9)
CONTEMPORARY THEOLOGICAL ISSUES (21)
GiCC (4)
Joshua-Caleb's Ministry (1)
LIVING WATER (37)
MARTYRS' STORIES (1)
Mission (18)
PASTOR's NOTE (25)
PRAISE AND WORSHIP (20)
SERMON OUTLINE (2)
Social (8)
Sunday School (61)
Women's Ministry (5)
Youth CLUB (51)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
28 Jun, 2009
ARTICLES
posted by Pdt. Budi Setiawan, M.Div

Orang berhenti dari pelayanan dengan banyak sebab dan alasan! Tetapi mengetahui alasan dan sebabnya tidaklah sepenting mengatasi akar permulaan mengapa semua itu muncul secara tiba-tiba. Apa yang muncul secara tiba-tiba berasal dari penumpukkan dan pembiaran yang kita sendiri lakukan.
Jika anda teliti kejatuhan Yudas Iskariot anda menemukan semacam pola. (keinginan, rencana, aksi – Yakobus 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.)
Anda juga dapat membaca Yohanes 21 dan menemukan pola lain. Kita tidak meninggalkan Tuhan, tetapi kita telah berhenti menginginkan pelayanan. (kehilangan pemimpin, takut, tawar hati, meninggalkan)
Baik kegersangan, kekecewaan dan kesalahan yang terjadi, sebenarnya berpusat pada beberapa kenyataan penting. Ada 3 hal yang perlu kita perhatikan:
Kita telah membiarkan hal-hal kecil yang mengganggu dalam hidup rohani kita untuk terus menerus menggerogoti kita. (Dikatakan kecil karena hal ini sering luput dari perhatian kita)
Kita telah mengisi pikiran kita dengan apa-apa yang tidak seharusnya
Kita telah menyerahkan kendali diri kita kepada orang lain.
Bagaimana cara kita untuk tetap berada dalam semangat pelayanan? Pakai prinsip sederhana ini:
“Dimana air kelihatan mendidih, di situlah letak titk api yang terpusat. Letakkan diri anda persis pada titik api dan di atas api, maka anda akan mendidih”
Copyright © AoG CWS Kelapa Gading