by Amy Sullivan

A-42

Selama 5 bulan belakangan, mereka yang menjadi teman dan pembantu Obama di White House secara diam-diam mengunjungi gereja-gereja lokal dan meneliti kotbah-kotbah para pendeta yang prospektif untuk mencari sebuah gereja yang tidak kontroversial dan baru – sebagai gereja yang akan biasa mereka kunjungi setiap minggu. Obama bahkan mencontohkan dirinya sendiri , mengunjungi gereja 19th Street Baptist pada akhir pekan sebelum pelantikannya dan merayakan Paskah di gereja Episkopal St. John.

Sekarang, dalam sebuah gerakan yang tidak diduga, Obama telah mengatakan kepada pegawai-pegawai Gedung Putih, dari pada bergabung dengan sebuah gereja di Wahington DC., ia akan mengikuti jejak George W. Bush dan menjadikan Evergreen Chapel sebagai tempat kebaktian utamanya, gereja nondenominasional di Camp David.

Sejumlah faktor telah mendorog keputusan ini 0 faktor finansil, politis dan pribadi – tetapi yang utama adalah keinginan berbakti tanpa menjadi sorotan. Obama dilaporkan telah mengamati hasil kunjungannya ke 19th Street Baptist di bulan januari. Antrian telah ada 3 jam sebelum kebaktian dimulai, banyak anggota-anggota gereja yang lama akhirnya harus antri di tengah kedinginan udara karena gereja dipenuhi oleh para tamu yang ingin melihat Presiden baru mereka. Juga di gereja St. John yang biasa dikunjungi para tamu kepresidenan yang dikenal sebagai “the Church of the President,” jemaat tidak bisa menahan diri dari menjepret kamera mereka ke arah Obama dengan HP mereka sementara mereka berjalan ke depan mengambil perjamuan kudus.

Tantangan karena menjadi bagian sebuah komunitas gereja tetapi juga berdoa dengan hati yang damai telah menjadi masalah bagi para presiden, menurut sejarawan Carl Sferrazza Anthony. “McKinley benci dengan pandangan orang padanya sementara ia membaca kitab mazmur, menyanyikan lagu rohani, memberikan kolekte di kotak kolekte atau mengambio perjamuan,” tulisnya di America’s First Families. “Di tahun 1920, menyiapkan kedatangan dan kepulangan keluarga presiden dari gereja adalah sebuah kerjaan lumayan. Agen Secret Service harus membersihkan jalur dari tepi jalan sampai pintu masuk gereja sebeum rombongan tiba … dan mereka ditempatkan di baris ketiga.”

Keluarga Clinton mengunjungi gereja Foundry United Methodist di 16th Street, dan aktif secara khusus di tahun-tahun sebelum Chlesea lulus dari Perguruan Tinggi. Tetapi pegawai White House berkata bahwa ukuran keamanan yang dituntut oleh Secret Service telah menjadi semakin ketat sejak 9/11 dan telah menyebabkan penundaan yang lumayan bagi jemaat gereja – dan ongkos pajak lumayan – di Minggu pagi. Karena popularitas Obama di komunitas African-American, Presiden menguatirkan juga jika ia memilih gereja kulit hitam, anggota gereja pasti akan bersaingan dengan pengunjungan dadakan di bangku-bangku mereka nantinya.

Tetapi keluarga Presiden tidak akan punya masalah tersebut di gereja Camp avid, di mana 150 bangku Chapel Ever Green yang hanya dikunjungi oleh 50-70 anggota gereja. Struktur oktagonal batu dan kaca dibangun 2 dekade yang lalu melalui dana pribadi. Presiden George H.W. Bush meresmikan gereja itu di tahun 1991. Pada perayaan itu, penyanyi Kristen Sandi Patti menyanyikan lagu dan alm. Kardinal James Hickey di Washington menyampaikan kotbah di mana ia menyebut chapel itu adalah “suatu kesaksian atas keyakinan bersama bahwa kita perlu mencari tuntunan ilahi dalam menjalankan urusan nasional.”

Setiap minggu, terlepas dari apakah Presiden datang atau tidak, Evergreen Chapel menjalankan kebaktian nondenominasional yang terbuka bagi 400 personil dan staff di Camp David, juga keluarga mereka.Seorang direktur musik dari Perguruan Tinggi Hood tidak jauh dari situ mengkoordinasikan choirdewasa dan anak-anak (Clinton kadang-kadang menyanyi bersama choir ketika ia datang). Di bulan Desember, anak-anak di jemaat itu ikut merayakan Natal dan chapel itu menjalankan kebaktian malam Natal. Keluarga Bush merayakan Natal di Chapel Evergreen dan selama pemerintahannya mereka mengunjungi gereja itu secara tetap.

BUSH

Pendeta di Camp David, Letnan. Carey Cash, memimpin kebaktian di sana.

Obama masih mencari seseorang di mana ia dapat berdoa bersama dan mendapatkan tuntunan rohani. George W. Bush dan Bill Clinton tetap dalam kontak dengan pendeta gereja asal mereka setelah mereka pindah ke Gedung Putih. Clinton punya jadwal rutin bertemu Bill Hybels, pendeta Willow Creek. Sedangkan untuk doa bulanan Clinton sering bersama Phil Wogaman, Tony Campolo dan Gordon MacDonald – di Gedung Putih.

Obama memilih T.D. Jakes, seorang pendeta keturunan Arika-Amerika asal Texas untuk berkobtah dalam kebaktian khusus di pagi hari penahbisannya dan mencarinya untuk berdoa via telepon pada saat-saat lain.

Vashti McKenzie, bishop wanita pertama di African Methodist Episcopal Church berkata, tidaklah mengherankan Obama mencari doa dan tuntunan. “Presiden ini tidak menunjukkan bahwa ia orang yang terisolasi – ia pergi keluar, bergaul dengan masyarakat,” katanya. “Anda tidak akan mengharapkan ia mengisolasi diri secara rohani. Ia adalah seorang dengan iman di pusat dirinya, kita telah mendengar kesaksiannya.”

(Sumber: news.yahoo.com/s/time/20090629/us_time/08599190761000)

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share This Post