Saya sempat berada di Filipina ketika Presiden Cory Aquino memerintah. Tahun terakhir dalam periode kepemimpinan Cory Aquio. Saat itu tengah terjadi pemberontakan di Selatan dan juga kudeta kesekian kalinya. Tetapi setiap kali saya melihat fotonya di koran-koran Filipina saat itu, saya mendapat kesan bahwa media telah membantu Cory untuk menampilkan diri sebagai Ibu Bangsa dan menghormatinya. Memang terasa janggal dalam kondisi krisis politik, pemerintahan di Filipina dikemudikan oleh seorang ibu Rumah Tangga. Tetapi jalan sejarah yang diijinkan Tuhan kepada Filipina tidaklah salah.
Ia seorang ibu rumah tangga yang jalan hidupnya dituntun sedemikian rupa oleh tangan Tuhan sehingga ia menjadi Presiden ke XI Filipina. Ia adalah ikon “People Power” Filipina yang dikenal sebagai Revolusi EDSA dan Asia, ikon Demokrasi Filipina. Ia konsisten untuk menjaga dimulainya proses demokrasi di Filipina. Ia seorang ibu rumah tangga yang karir kepemimpinan apa adanya tersebut dihormati di Filipina. Ketika suaminya, Benigno “Ninoy” Aquino, terbunuh di tahun 1983 Cory sama sekali tidak menduga bahwa peristiwa terbunuhnya sang suami akan menjadi pendorong masa untuk menjadikannya seorang Presiden. Ketika ia akan dicalonkan sebagai Presiden melalui kudeta di EDSA ia meyakinkan dirinya setelah 10 jam meditasi di gerejanya. Ia kemudian maju dan bersedia memimpin Filipina.
Sampai Februari 2009, 3 dari 5 orang dewasa Filipina masih menaruh kepercayaan kepada Cory. Karena karakternya yang hebat dan bercirikan ke-ibu-an. Ia mengajarkan keberanian, kejujuran dan ketulusan. Satu lagi yang harus disebutkan yaitu kesederhanaannya. Sehingga dapat dikatakan bahwa musuh-musuhnyapun menghormatinya. Protes terhadap keputusannya dan kabinet pemerintahannya bisa saja muncul dikoran-koran, tetapi soal karakternya, tidak ada yang meragukannya. Ia tidak mengalamai apa yang dialami oleh Presiden Gloria dengan berbagai isu disekitar keluarganya, Cory Aquiono justru memberikan keteladanan yang sangat baik bagi presiden selanjutnya.

Tahun 2006, Time Magazine menjulukinya sebagai “Pahlawan Asia” dengan ciri “keberaniannya yang tenang”. Ia pernah mengelami kudeta sebanyak 6 kali dalam 6 tahun masa pemerintahannya, tetapi sambutannya terhadap kekerasan yang trjadi benar-benar mengherankan banyak pihak. Ia bertindak sebagai Presiden dan Ibu Negara yang penuh pengertian. Ia mencoba tegas tetapi karakter keibuannya sangat kentara. Ia menolak penggunaan kekerasan dalam banyak kejadian termasuk pemberontakan. Dalam hal ini ia dipandang kurang tegas. Tetapi, itulah Cory Aquino seorang ibu yang sangat khas dalam kepemimpinannya.
Karakter seorang pemimpin sangat menentukan dalam menciptakan jejak untuk masa depan bangsa yang dapat diikuti. Ia tidak pernah bermimpi untuk mencitrakan diri sebagai seorang yang baik. Mereka yang berada di sekelilingnya mengakui bahwa ia memang tampil apa adanya. Keputusannya tidak selalu lahir dari pemikiran jitu para penaehatnya, melainkan dari instinknya sebagai seorang ibu yang bertanggung jawab atas nasib puluhan juta rakyat Filipina. Karakter yang telah terbina dalam dirinya seperti keberanian, kejujuran, ketulusan dan kesederhanaan telah menjadi pedoman baginya dalam memimpin negara.
Sekali lagi, memang tidak sempurna, tetapi apa yang anda katakan untuk seorang yang sampai hari ini 60% orang dewasa Filipina masih menaruh kepercayaan kepadanya karena karakternya yang baik. Bukankah itu sangat mengagumkan.
Seperti yang dikatakan Jackson Brown:
“Good character is more to be praised than outstanding talent. Most talents are, to some extent, a gift. Good character, by contrast, is not given to us. We have to build it, piece by piece — by thought, choice, courage, and determination.”

























Many of us acknowledge NoyNoy is by far the most reasonable option for the presidency in the Philippines, not mainly because he’s the son of heroes Cory and Benigno Aquino but because he’s the lesser evil within the candidates. For sure we are able to examine with regards to the Hacienda Luisita killings nonetheless in the end of the day his oppositions possess a lot even worse records. He keeps true to his anti-corruption plan, also amongst the other people competing for presidency he doesn’t have corruption concerns. We met him one time on a celebration, he looks so good and clear and allow me to add a suitable guy too.