ANNOUNCEMENT (7)
AoG CWS KGP MINISTRIES (3)
ARTICLES (585)
BERITA DUKA (12)
BUSINESS & MANAGEMENT (50)
CellGroup (9)
CONTEMPORARY THEOLOGICAL ISSUES (21)
GiCC (4)
Joshua-Caleb's Ministry (1)
LIVING WATER (37)
MARTYRS' STORIES (1)
Mission (18)
PASTOR's NOTE (25)
PRAISE AND WORSHIP (20)
SERMON OUTLINE (2)
Social (8)
Sunday School (61)
Women's Ministry (5)
Youth CLUB (51)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
19 Dec, 2009
ARTICLES
posted by mortham
Peristiwa pelemparan batu dan pembakaran gereja terjadi di kawasan Perumahan Harapan Indah, Kota Bekasi, Kamis (17/12/2009) malam. Massa yang terdiri dari ratusan orang mulai dari anak-anak hingga orangtua termasuk ibu-ibu mendatangi Gereja Katolik Santo Albertus yang terletak di Jalan Boulevard untuk merusak serta membakar fasilitas gereja.
Ketua Umum Pembangunan Gereja Santo Albertus, Kristina Maria R, dalam keterangan per telepon kepada Kompas.com, menjelaskan, massa yang menumpangi beberapa mobil dan motor sempat melempari gereja yang tengah dalam tahap akhir pembangunan itu sebelum akhirnya dibubarkan oleh polisi dari Polsek Harapan Indah dan Polres Bekasi. Selain melempari gereja, massa membakar pos satpam, 1 motor satpam, dan kontainer yang dijadikan sebagai kantor kontraktor pembangunan gereja.
Kristina Maria R yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Menko Polhukam menguraikan, massa juga membuang sejumlah marmer dan keramik yang akan digunakan untuk pembangunan gereja ke jalan sekitarnya. Massa tampak melengkapi diri dengan minyak tanah untuk melancarkan aksinya dan ini terbukti dari 1 jeriken berisi minyak tanah yang ditemukan di lokasi.
“Satu komputer dari kantor kontraktor diinjak-injak massa dan ditemukan di got depan gereja,” jelas Kristina yang tidak mengira apabila massa yang berpapasan dengannya saat ia akan pulang ke rumahnya tadi malam melakukan aksi perusakan gereja.
“Gereja ini sudah mendapatkan izin pembangunan dan tiang pancang pertamanya sudah sejak 11 Mei 2008,” tambah Kristina. Menurut Kristina, aparat mulai dari Danrem hingga Kapolres Bekasi telah menjamin keamanan bagi kegiatan ibadah ataupun acara penyambutan Natal di gereja ini.
Polisi yang mendapatkan laporan massa berasal wilayah utara Kabupaten Bekasi sempat memasang police line di sekitar gereja pada malam hari sebelum mencabutnya kembali Jumat pagi. Massa dapat dibubarkan aparat menjelang pukul 24.00 tadi malam dan beberapa orang yang dicurigai sebagai otak aksi perusakan gereja juga telah diringkus.
Tragedi 15 Menit di Gereja Santo Albertus
Sebelum menghancurkan Gereja Santo Albertus di dalam Kompleks Harapan Indah, Kota Bekasi, massa yang terdiri dari ratusan orang terlebih dulu berkumpul di sekitar Patung Tiga Mojang yang letaknya sekitar 1,5 km dari Gereja. Massa yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, serta anak-anak berkumpul sekitar 22.30 dan mulai bergerak pukul 22.45.
Ketua Umum Panitia Pembangunan Gereja St Albertus, Kristina Maria Rantetana, menceritakan hal itu kepada Kompas.com, Jumat (18/12/2009). Sebelum aksi perusakan terjadi, Kristina kebetulan melewati massa yang telah berkumpul di patung. Saat itu tidak ada kecurigaannya ketika melihat massa yang berkumpul.
“Tidak ada yang orasi. Mereka semua riang, ketawa-ketawa. Enggak ada curiga sama sekali,” cerita dia, Jumat.
Tidak lama kemudian, lanjut Kristina, massa bergerak dengan kendaraan masing-masing. Tentunya melewati Polsek Medan Satria yang jaraknya hanya 500 meter dari Gereja. “Saya ikutin terus massa. Mereka terus berhenti di sekitar Gereja. Tiba-tiba langsung turun dari kendaraan lalu melempari Gereja dengan batu,” katanya.
“Mereka teriak-teriak, ‘Hancurkan..hancurkan….’ Ibu-ibu bawa anak-anak ikutan melempar. Terus mereka masuk ke dalam Gereja lalu mulai membakar. Saya langsung lapor ke Polsek. Beberapa polisi langsung ke Gereja tapi enggak sanggup hadapi massa,” cerita dia.
Aksi amuk massa berhasil dihentikan sekitar pukul 24.00, setelah ratusan polisi dari Polres Metro Bekasi tiba di lokasi. Ketika Kompas.com mencoba meminta keterangan terkait peristiwa itu dari pihak Polsek Medan Satria, tidak ada satu pun petugas yang bersedia berkomentar. “Ke Polres (Bekasi) aja,” ucap salah satu petugas.
Pos Satpam dan Kantor Konsultan Gereja Albertus Rata Tanah
Massa merusak Gereja Santo Albertus yang masih dalam proses pembangunan di Jalan Boulevard Raya Kav 23 Kompleks Harapan Indah, Bekasi Barat, Jawa Barat. Massa yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak itu beringas menghancurkan bangunan di lingkungan Gereja pada Kamis (17/12/2009) sekitar pukul 22.45.
“Saya lihat sekitar 1.000-an orang. Baju putih-putih,” ucap Ketua Umum Panitia Pembangunan Gereja St Albertus, Kristina Maria Rantetana, kepada Kompas.com, Jumat (18/12/2009). Saat kejadian, Kristina kebetulan melintas di depan Gereja dan melihat langsung peristiwa pengrusakan itu.
Pemantauan Kompas.com di lapangan menunjukkan, massa membakar pos satpam serta sepeda motor satpam. Pos yang terletak tepat di pintu masuk Gereja kini telah rata dengan tanah. Massa lalu membakar kantor konsultan pengawas di pojok kanan di depan Gereja hingga seluruh peralatan kerja hangus terbakar.
Selain itu, massa merusak dan membakar kantor kontraktor yang terletak di samping Gereja. Tanpa ampun, mereka menghancurkan genteng, marmer, ubin, mencabut beberapa pohon, dan memecahkan lampu yang telah terpasang di dalam Gereja.
Anda dapat melihata bagaimana awalnya gereja ini akan dibangun:

Semuanya sudah resmi, tetapi ulah provokasi orang yang tak bertanggung jawab yang harus segera ditangkap dan dituntaskan masalah ini, mencoba menghambat
Copyright © AoG CWS Kelapa Gading
Sudah ribuan tahun iblis coba menghancurkan gereja, yg bisa mereka hancurkan cuma bangunan (yang bisa dibangun lagi kapanpun), Tapi kerjaaan Kristus terus berjaya ….da bertumbuh…
Mat 5:11
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
ISMAIL – 091221 – Assalaamu’alaikum wr. wb.
PERISTIWA SANGAT MENGEJUTKAN PEMBAKARAN GEREJA INI, SUNGGUH PERLU DITELITI ADA APA DIBELAKANGNYA
Sebagai seorang Muslim yang mengerti makna beragama Islam yang benar – tidak dibenarkan melakukan kekerasan pada orang2 atau fasilitas ibadah agama lain.
Allah swt. sendiri melarang kita untuk mencampuri urusan beda agama yang sudah akan ditangani Allah swt. bahkan melarang memaki sembahan2 mereka.
AL QUR’AN SURAT 006 AL AN’AAM AYAT 108
وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ فَيَسُبُّواْ اللّهَ عَدْواً بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
WA LAA TASUBBUL LADZIINA YAD’UUNA MIN DUUNILLAAHI FA YASUBUULLAAHA ‘ADWAM BI GHAIRI ILM. KADZAALIKA ZAYYANNAA LIKULLI UMMATIN ‘AMALAHUM TSUMMA ILAA RABBIHIM MARJI’UHUM FA YUNABBI’UHUM BIMAA KAANUU YA’MALUUN.
06/108 DAN JANGANLAH KALIAN MEMAKI SEMBAHAN2 YANG MEREKA SEMBAH ( KARENA SEMBAHANNYA BUKAN ALLAH SWT ) – KARENA NANTI MEREKA AKAN MEMAKI ALLAH ( SWT ) – DENGAN MELAMPAUI BATAS TANPA PENGETAHUAN.
DEMIKIANLAH KAMI JADIKAN ( TETAPKAN – TAQDIRKAN ) – SETIAP UMAT ( AGAMA MASING2 ) – MENGANGGAP BAIK APA2 YANG MEREKA YAKINI.
KEMUDIAN KAPADA KAMILAH KELAK KEMBALI MEREKA ( SEMUA ) LALU AKU AKAN MEMBUKA CERITA KEPADA MEREKA APA2 YANG DAHULU TELAH MEREKA ( SALAH-KAPRAH ) KERJAKAN … DIHARI HISAB …
Nah kami yakin dengan bunyi ayat tersebut menunjukkan bahwa kita tidak dibolehkan untuk melakukan kekerasan pada agama lain, didalam kancah wilayah negeri yang disepakati telah berada dalam ketentuan Hukum Negeri ybs. Bahwa umat Islam atau kelompok Islam yang benar, tidak akan sebodoh itu melakukan pengrusakan Gereja Santo Albertus di Bekasi tersebut.
Namun kita wajib menganalisa dengan kepala dingin, bahwa kejadian tersebut menandai 2 ( dua ) kemungkinan yang dapat kita yakini, yaitu :
( 1 ) Kelompok agama Islam yang dipimpin ( dihasut ) oleh pemuka agama yang belum menghayati arti beragama Islam secara total ( kaffah ) dan mungkin tidak pernah meneliti keberadaan ayat diatas, sehingga merasa benar melakukan kekerasan pada agama lain itu.
Jelas hal tersebut merupakan perbuatan murni kriminal, menurut ketentuan UUD 45 negeri ini, siapapun yang “ memotori “ pelanggaran hukum tersebut harus diperiksa dan ditonjolkan pada publik, sebagai penyebab kejadian, sehingga pemahamannya bukan Islamnya yang salah.
( 2 ) Kelompok agama Islam yang berhasil dihasut oleh orang2 munafik yang memang sengaja ingin memojokkan Umat Islam dalam pandangan dunia dan juga memecah belah Islam diantara mereka.
Biasanya ini dilakukan oleh Kaum Yahudi Zionis, yang sangat cerdas dan pandai serta memiliki uang banyak untuk melakukan apapun guna menghalalkan segala cara untuk menghancurkan Islam dari muka bumi ini – yang jelas2 menghalang2i maksud utama mereka menghapuskan agama dimuka bumi ini – termasuk melawan hukum, Negara ybs. Sebagaimana mereka harus terapkan “ Zionis Protocol “ dengan sebaik2nya.
Tetapi mereka bekerja secara rahasia dan tak diduga2. Mereka melakukan misi “ Ular Kepala Dua “ – atau ” lempar batu sembunyi tangan “ dengan menggunakan tangan2 “ provokator “. Biasanya yang sering terjadi provokator2 mereka adalah orang2 Non Islam yang pura2 masuk Islam ( disebut munafik )dalam arti pendusta atau orang2 Islam “ kacangan “ yang direkrut dan dibreifing dengan jitu. Dan kemudian mereka akan mampu berdakwah – tetapi dakwah yang sangat fanatik dan selalu terlihat ingin menyulut kemarahan publik dengan dakwah2nya menyebut2 isu Kristenisasi bagi orang2 Islam, isu kejahatan orang2 Kristen – yang belum tentu benar – sehingga kepandaiannya bicara sempat cepat membuat emosi publik.
Misi “ Ular Kepala Dua “ – atau ” lempar batu sembunyi tangan “ Yahudi Zionis itu, disatu sisi ( kanan ) memang “ mereka sendiri yang berbuat dengan masuk dalam internal Islam “, disisi lainnya ( kiri ) mereka berkoar2 bahwa itulah Islam yang penuh kekerasan dlsb. Meminta Negara untuk membatasi keleluasan beragama Islam dengan isu2 pemikiran Islam Liberal, Sekuler, Pluralis, HAM dll.
Bahkan membuat isu agar ayat2 Al Qur’an harus dipilih2 yang sesuai dengan kemajuan zaman dlsb. Memang itu tujuannya agar Islam rusak aqidahnya dan agar Rahmat Allah swt. menjauh dari umatnya, juga membuat perpecahan Islam antara yang terpengaruh isu Yahudi Zionis ( Orientalis ) melalui “ agen2nya ‘ di Indonesia itu dengan yang tidak terpengaruh karena tetap kokoh dengan keyakinan, bahwa Al Qur’an berlaku sepanjang zaman.
Karena yang merubah zaman adalah manusia sendiri, bukan Allah swt. yang menginginkannya. Manusialah yang telah membuat kerusakan dimuka bumi dengan perilaku modern, yang kadang2 dilarang Allah swt….
Nah dalam kasus kedua ini, kita harus super hati2. Karena sangat peka bagi kehidupan keberagaman agama dinegeri kita.
Kalau tidak hati2 maka bukan tidak mungkin akan terjadi perang agama, seperti fakta kejadian di Poso dan di Ambon, yang sebenar2nya dipicu / diawali oleh hasil “ provolasi “ Yahudi Zionis dengan rekayasa2 konflik kelompok antar agama yang dimulai dari kelompok2 kecil yang akhirnya meluas menjadi tujuan utama mereka : “ pembantaian umat Islam “ itu.
Bukan tidak mungkin masalah yang terjadi didekat pusat pemerintahan ini, membuat kesempatan “ politik tinggi “ yang bagus bagi Amerika Serikat yang pusat Kaum Zionis itu, untuk memasukkan bala tentaranya ke Indonesia – agar rusaklah negeri ini seperti Iraq, Pakistan dan Afghanistan. Agar supaya akhirnya negeri ini menjadi dikuasai oleh orang2 yang berfaham liberal yang jelas2 melanggar ke-Islaman murni yang pasti dilaknat Allah swt. itu ..
Kenapa demikian ?
Indonesia ini benar2 sulit untuk ditundukkan Zionis – berbagai rekayasa politik tinggi mereka lakukan, mulai G30S PKI 1965, Kerusuhan Mei 1998, GAM, GPM, teror2 bom, merusak IAIN pusat pendidikan Islam yang dicoba digempur dengan faham Orientalis Barat, bantuan2 untuk Pesantren agar Islam Fundamentalis dihapuskan dari bumi ini – semuanya tidak / kurang berhasil memecah belah Islam dinegeri ini.
Nah, boleh jadi ini upaya akhir dengan “ menyerang gereja “ – yang sudah lama ini tidak pernah kejadian selama puluhan tahun belakangan …
Penegak hukum wajib secara cermat menyelidiki duduk perkara dan penganalisaan masalah ini, dari segi politik tinggi Kaum Barat yang munafik itu ( ular kepala dua ) dengan senjata ampuhnya HAM itu …..
Demikianlah mohon ma’af apabila ada yang khilaf, yang benar hanya Allah swt.
Wallahu a’lam bish shawwab – Wassalaamu’alaikum wr. wb. /
ISMAIL
just remember, God never slept!
Ingatlah bahwa “Siapa menabur yang baik, akan menuai yang baik dan siapa yang menabur yang jahat, akan menuai yang jahat”. Itu sudah menjadi kodrat dan hukum alam semesta. Tidak perlu dibalas tindakan seperti itu karena TUHAN sudah membalas apa yang telah lakukan. PERCAYA-lah tiada tempat di SURGA bagi mereka yang berhati, berpikiran dan bertindak jahat.
Hal seperti ini, hampir pernah menimpa salah satu Gereja HKBP di Medan, namun bukan dari masyarakat langsung,tetapi dari Pemda setempat yang menerima intimidasi dari salah satu tokoh Islam didaerah tersebut. Namun kami melawan dengan alasan, rata-rata mesjid dibangun tanpa izin. Jadi jika mau bongkar Gereja dengan alasan izin, maka mesjid disekitar juga harus dibongkar. Karena alasan tersebut, Pemda tidak berani bongkar Gereja. Puji Tuhan. Dan sang tokoh islam tersebut, juga akhirnya belajar dari kami tentang bagaimana mendirikan rumah ibadah dan mencari dana.
masyarakat muslim harus diperkenalkan tentang peradaban kasih yang diperkenalkan secara mulia oleh Yesus….
RETORIKA YANG MEMALUKAN, INI BUKAN PERSOALAN ZIONIS ATAU YANG LAIN, INI PERSOALAN MENTALITAS!!!
BANGSA INDONESIA, PUNYA PROBLEM MENTALITAS SEJAK KEHADIRAN AGAMA – AGAMA SAMAWI!
SEMAKIN DIHAMBAT JUSTRU SEMAKIN MERAMBAT
Janganlah kita saling menyerang …. kita harus saling menghormati sebagai saudara…. saling mengasihi… ISLAM, KRISTEN, YAHUDI adalah 3 agama besar yang lahir dari Iman Abraham/Ibrahim… Sungguh indah bila kita satu saat beribadah bersama2.. menyembah Allah pencipta langit dan bumi…..
Tuhan Yesus selalu ada di setiap hati anak-anakNya…Tetap cinta Tuhan saudara2ku,gereja bukanlah gedungnya,gereja adalah orang2 yang mengasihi Yesus dan percaya kepada-NYa…
pada munafik
malu da pada tua, masih aja maen bakar2 an
biarkan kasih yang berbicara……….
ampunilah dosa mereka Tuhan,sebab mereka tidak tau apa yang mreka perbuat…
ame n