Mengapa dulu sebagian masih bisa menerima-Nya sebagai Mesias, tetapi mengapa sekarang ini tidak? Jika kita mengetahui alasan-alasan mengapa mereka menolak Yesus, kita bisa maklum mengapa seringkali orang-orang Yahudi juga bersikap diskriminatif terhadap orang-orang Kristen. Jumlah orang Kristen yang mengunjungi Israel terus bertambah banyak, tetapi ironinya sangat sedikit orang Yahudi yang percaya kepada Yesus. Bahkan banyak orang Kristen juga yang tidak menyadari kondisi ketidak percayaan tersebut. Maka artikel ini menjadi penting bagi banyak orang Kristen untuk membacanya. Ada 7 alasan utama mengapa mereka tidak mau percaya kepada Yesus.
Dewasa ini ada sekitar 13 juta orang Yahudi di seluruh dunia. Mereka terutama tinggal di Israel dan Amerika Serikat. Sekitar 50% orang Yahudi yang tinggal di Amerika sudah kawin campur, dan di antara mereka hanya 33% yang benar-benar mendidik anak-anak mereka secara Yahudi.
Sangat penting untuk mengenal alasan mengapa orang-orang Yahudi tidak bisa menerima Yesus sebagai Mesias, sebagai berikut 7 alasanĀ menurut Rabbi Shraga Simmons:
1. Yesus tidak memenuhi nubuat mesianik
2. Yesus tidak memiliki kualifikasi pribadi sebagai Mesias
3. Ayat-ayat PL yang ‘menunjuk’ kepada Yesus adalah salah terjemahan
4. Orang Yahudi mendasari keyakinannya pada wahyu nasional
5. Kekristenan bertentangan dengan teologi Yahudi
6. Soal Yahudi dan orang non-Yahudi
7. Mesias menurut orang Yahudi
Penjelasan orang-orang Yahudi pada umumnya terhadap poin-poin di atas adalah sebagai berikut, menurut mereka:
1. Tentang Yesus tidak memenuhi nubuatan mesianik Perjanjian Lama
Apa yang seharusnya dikerjakan Mesias? Alkitab berkata bahwa Mesias akan:
- Membangun Bait allah yang ketiga (Yeh. 37:26-28)
- Mengumpulkan orang-orang Yahudi kembali ke tanah Israel (Yes. 43:5-6)
- Menuntun kepada suatu era perdamaian dunia, dan mengakhiri kebencian, penindasan, penderitaan dan penyakit. Sebagaimana dikatakan dalam Yes. 2:4
- Menyebarkan pengetahuan universal tentang Allah Israel, yang akhirnya akan menyatukan manusia menjadi satu. Sebagaimana dikatakan dalam Zakh. 14:9
Fakta historis adalah bahwa Yesus tidak memenuhi satupun nubuat mesianik tersebut, menurut orang-orang Yahudi sampai saat ini. Mereka menambahkan bahwa orang-orang Kristen mengatakan bahwa Yesus akan memenuhi itu semua nanti pada kedatangannya kedua kali, tetapi sumber-sumber Yahudi menunjukkan bahwa Mesias akan memenuhi nubuat-nubuat itu dipermulaan, tidak ada konsep kedatangan kedua kali.
2. Yesus tidak membawa kualifikasi pribadi sebagai Mesias
A. Mesias sebagai Nabi:
Yesus bukan nabi (menurut mereka). Nubuat hanya bisa terjadi di Israel ketika tanah didiami oleh mayoritas orang-orang Yahudi. Pada masa Ezra (lk. 300 SM), ketika mayoritas orang-orang Yahudi menolak untuk pindah dari Babilonia ke Israel, nubuat berhenti pada kematian nabi terakhir — Hagai, Zakharia, dan Maleakhi.
Yesus muncul di panggung sejarah kira-kira 350 tahun setelah nubuat berakhir.
B. Keturunan Daud
Mesias haruslah dari keturunan Daud dari haris sang ayah (lih. Kej. 48:10 dan Yes. 11:1). Menurut orang-orang Kristen, klaim mereka bahwa Yesus dilahirkan dari perawan Maria , tidak ber-bapa – jadi tidak mungkin memenuhi prsyaratan mesianik sebagai turunan Daud dari garis sang ayah.
C. Menjalankan Torat
Mesias akan memimpin orang-orang Yahudi untuk mematuhi Torat sepenuhnya. Torat menyatakan bahwa semua mitzvot tetaplah mengikat selamanya, dan setiap orang yang datang untuk mengubah Toratlangsung disebut ‘nabi palsu’, Ul. 13:1-4.
Sepanjang Perjanjian baru, Yesus bertentangan dengan Torat dan menyatakan bahwa perintah-perintah Torat tidak lagi berlaku, lih. Yoh. 1:45, 9:16, KPR 3:22 dan 7:37)
3. Salah penafsiran ayat-ayat PL yang menunjuk kepada Yesus baik dalam soal kelahirannya, Yes. 7:14, dan kematiannya disalib dengan mengutip Maz. 22:17, hamba yang menderita dalam Yes. 52,53
4. Keyakinan Yahudi didasarkan semata-mata pada wahyu Nasional
Dari 15.000 agama-agama di dalam sejarah manusia, hanya Yudaisme yang mendasari keyakinannya pada wahyu nasional = Allah berbicara kepada seluruh bangsa. Jika Allah ingin memulai suatu agama, jelas masuk akal jika ia mengatakannya kepada setiap orang, bukan hanya satu orang.
Judaisme, unik di antara agama-agama utama dunia, tidak bergantung pada ‘klaim mujizat’ sebagai dasar keagamaannya. Nyatanya, Alkitab (PL) berkata bahwa Allah kadang-kadang memberikan kuasa mujizat kepada penyesat untuk emnguju ketaatan orang Yahudi kepada Torat, Ul. 13:4. Orang Yahudi tidak percaya kepada Musa karena mujizat yang dilakukannya. Keyakinan Judaisme didasarkan pada wahyu Allah di gunung Sinai, yang kita saksikan dengan mata dan mendengar dengan telinga.
5. Kekristenan bertentangan dengan teologi Yahudi
Allah ada tiga? Manusia sebagai Allah? Menjadi perantara dalam doa? bukankah seharusnya doa adalah sesuatu yang privat dan hanya urusan orang itu dengan ALlah, tidak perlu perantara. Yesus berkata tidak seorangpun sampai kepada Bapa kecuali melalui aku?
6. Orang Yahudi dan Kristen
Orang Yahudi tidak menuntut setiap orang untuk bertobat memeluk agama. Torat Musa adalah kebenaran bagi semua manusia, apakah yahudi atau bukan. Yesaya menyebut bait Allah Solaiman sebagai “Rumah segala bangsa”. Kerbau yang dikorbankan sebanyak 70 ekor adalah simbol dari 70 bangsa di dunia. Orang-orang tidak harus memeluk Judaisme, karena mereka yang bukan Yahudi telah diberikan “7 Hukum Nuh”.
7. Kedatangan Mesias
Maimonides menyatakan bahwa popularitas kekristenan (dan Islam) adalah bagian dari rencana Allah untuk menyebarkan ideal Torat ke seluruh dunia. Gerakan itu mendekatkan masyarakat kepada keadaan moralitas yang disempurnakan dan kearah pengertian yang lebih besar tentang Allah. Ini adalah persiapan menuju masa Mesias. Dunia menanti-nantikan penebusan mesianik. Talmud berkata, salah satu pertanyaan yang ditanyakan kepada orang Yahudi di masa penghakiman nanti adalah “Apakah kamu sungguh-sungguh menantikan datangnya Mesias?
Salah satu tanda bahwa kita sedang menuju penebusan tersebut adalah kembalinya orang-orang Yahudi ke tanag Israel, dan kembalinya orang-orang Yahudi kepada tradisi Torat. Mesias bisa datang kapan saja. Allah akan datang kalau kita siap, seperti Raja Daud berkata “Redemption will come today — if you hearken to His voice.”
(Sumber: Rabbi Shraga Simmons)

























hehehehheheh lucu……….
teorinya sih bagus dan masuka kal tapi belum tentu benar
karena di dalam Alkitab yehezkiel, bangsa israel yg ada
sekarang ini tidak lagi menjadi bangsa pilihan oleh ALLAH
karenatelah dinubuatkan bangsa israel akan menolak mesias itu sendiri
dan itu telah terjadi lebih kurang 2010 tahun yg lalu
bangsa israelmenyalah artikan arti dari mesiah yg merka
percayai, yakni mesias yg akan menjadi raja atas
seluruh bangsa dalam konteks duniawi bukan rohani
komen:
a.Bukankah nubuatan Mesias dimulai jauh sebelum jaman nabi Maleakhi, dari kitab kejadian, Daniel dan Maleakhi sendiri. cape’ deh… b.Justru didalam bahasa aslinya tidak mengartikan sebagai keturunan, namun lebih tepatnya Mesias/ seorang raja damai, raja yg diurapi akan DIBANGKITKAN dari garis keturunan/ tunas Daud.
, yang membedakannya adalah orang- orang Yahudi masih tetap tidak percaya bahwa Mesias yang akan datang di akhir jaman nanti adalah Yesus itu sendiri. Islam pun mengamini bahwa Hakim yang akan datang di akhir dunia adalah Isa Almasih = Yesus. cuma bedanya, kalau menurut sodara- sodaraku dari Islam bahwa Isa Almasih akan datang untuk mematahkan salib = kemudian diartikan untuk mematahkan kekristenan.
1.Nubuatan mesianik = nubuatan/peramalan dengan tepat dan pasti akan datangnya seorang Juruselamat. Bangsa Yahudi mengharapkan Juruselamat/ pembebas dari kekuasaan Romawi, yg bisa memimpin pemberontakan. Sementara tugas Yesus bukan membebaskan dalam arti secara dunia, melainkan keselamatan dari dosa/ api neraka. Ini didukung fakta, bahwa Yesus lahir ketika tanah Yudea masih didalam tirani bangsa Romawi. Inilah yg dikatakan oleh mereka bertentangan dengan konsep mesianik mereka.
2.a.Ya ampun..
c.Selama Yesus di dunia, Yesus memelihara hukum Torat yang diperoleh Musa langsung dari perintah Tuhan di gunung sinai, termasuk didalamnya Perbaktian Sabat/ Sabtu. Yang ditentang oleh Yesus adalah Torat buatan Yahudi sendiri, seperti upacara pembasuhan tangan dan penyucian diri sebelum makan. Setelah Yesus disalibkan, Torat upacara perlambangan penebusan dosa melalui pengurbanan hewan di kabah juga dihapuskan karena “Yang Aslinya” telah dikorbankan diatas kayu salib.
3.Salah penafsiran? terus penafsiran yg benar gimana? Yes. 7:14.Imanuel= Allah beserta (bersama, berdiam diantara) kita. Yesaya dan Mazmur adalah tulisan nabi Yesaya dan Daud, termasuk ketika mereka mendapatkan penglihatan2 yang diilhamkan dari Allah tentang akan datangnya seorang Pembebas yang menderita. dan penderita serta (cara) kematian Yesus persis dengan penglihatan yang dituliskan oleh nabi- nabi ini dengan bahasa mereka.
4.Kekristenan tidak menggunakan muzizat untuk mengklaim kebenaran tetapi hanya oleh iman. Ketika jaman nabi2 perjanjian lama sekalipun Allah tidak berbicara secara langsung kepada seluruh bangsa, tetapi melalui utusannya- para nabi. Pekabaran secara nasional akan kedatangan Yesus sendiri secara jelas telah dinubuatkan oleh (beberapa diantaranya) kitab kejadian, Daniel, Yesaya dan Maleakhi ( lihat Maleakhi 3:1, jelas sekali disitu dinubuatkan Yahya/ Yohanes akan datang terlebih dahulu kemudian Yesus ). Salahsatu bukti pekabaran ini Nasional (bahkan mengglobal) adalah kedatangan orang- orang Majus (juru nujum dari Mesopotamia yang ikut mempelajari kitab- kitab Yahudi) bermil- mil jauhnya mengunjungi bayi Yesus ketika kelahiran-Nya. Mereka bisa tiba tepat waktu dan di tempat yang tepat karena ketepatan meramalkan/ mengikuti nubuatan tentang akan lahirnya Yesus, yang memang secara jelas dinubuatkan oleh kitab- kitab para nabi termasuk perhitungan waktu menurut kitab Daniel 9.
5.Bukan perantara, tetapi “Jalan”. Bangsa Yahudi untuk berdoa dan memohon pengampunan dari Allah harus mempersembahkan korban bakaran dan mengikuti segala macam upacara- upacacara ka’abah (Torat Yahudi) sebagai “jalan” komunikasi. Nah dengan pengorbanan Yesus, maka upacara2 itu tidak diperlukan lagi. Yesus menjamin orang yang percaya akan pengorbanan-Nya tidak perlu lagi kurban bakaran dan upacara- upacara adat istiadat Yahudi hanya untuk “berbicara”/ berdoa secara langsung kepada Allah termasuk meminta keselamatan.
6.Torat Musa itu adalah Torat yang diberikan oleh Allah di gunung Sinai, torat itulah yang Saya maksudkan diatas sebelumnya bahwa satu-satunya Torat yang dipelihara, dijalankan dan diamalkan oleh Yesus selama di dunia sebagai teladan. Torat Musa = 10 hukum = hukum kasih kepada Allah dan manusia. Hukum yang menjadi dasar ajaran Yesus. Christian sendiri artinya pengikut Yesus, di jaman gereja mula- mula belum ada agama (dilembagakan sebagai agama), namun yang ada adalah kelompok pengikut Yesus, yang kemudian diteruskan dan dipimpin oleh ke-11 murid Yesus dan murid- murid lainnya. Di jaman perjanjian lama sendiri, bangsa Yahudi meskipun sama- sama mematuhi hukum Musa tetapi terbagi dua aliran/ kelompok kepercayaan yakni Saduki dan Farisi.
7.Yup benar! kesamaan Yahudi dan Kristen adalah keyakinan bahwa akan datangnya Mesias di akhir dari zaman akhir.
Menurut keyakinan kami, Salib = Simbol belenggu/ beban. Yesus memikul salib-Nya sendiri ketika menuju bukit kalvari, melambangkan Yesus memikul beban umat manusia. Ingat, salib itu adalah palang yang dibuat oleh hukum Romawi untuk mengeksekusi terpidana mati secara perlahan. Salib bukanlah lambang kekristenan. Salib untuk pertamakali digunakan sebagai lambang kekristenan oleh salahsatu kaisar romawi, ketika “berpura-pura” memeluk kristen untuk mengambil hati para geriliawan kristen ketika masa kegelapan di Eropa. Di injil pun, kata memikul salib selalu mengacu kepada memikul beban/ kesusahan, “siapa yang ingin mengikut Yesus, hendaklah ia memikul salib-Nya sendiri”. Sehingga ketika Yesus datang, Yesus mematahkan salib = lebih tepatnya diterjemahkan dengan Yesus datang mematahkan belenggu, melepaskan beban umat manusia.
Trims
mantabbb artikelnya bro…nambahh wawan…..Lanjutkan bro….
bangsa itu bukan lg bangsa yg di berkati…..begitulah anak yg di manja bapanya jadinya kurang ajar….aku cinta Tuhanku Jesus….meskipun harus mati karenanya….////
http://takhtayesus.com
Jiah….beginian dibahas,kenapa masih kerjasama dengan bangsa yahudi ?udah tau agama kristen sekarang di obok obok bangsa yahudi, malah dibelain !cape deh….