B-67

Mengapa dulu sebagian masih bisa menerima-Nya sebagai Mesias, tetapi mengapa sekarang ini tidak? Jika kita mengetahui alasan-alasan mengapa mereka menolak Yesus, kita bisa maklum mengapa seringkali orang-orang Yahudi juga bersikap diskriminatif terhadap orang-orang Kristen. Jumlah orang Kristen yang mengunjungi Israel terus bertambah banyak, tetapi ironinya sangat sedikit orang Yahudi yang percaya kepada Yesus. Bahkan banyak orang Kristen juga yang tidak menyadari kondisi ketidak percayaan tersebut. Maka artikel ini menjadi penting bagi banyak orang Kristen untuk membacanya. Ada 7 alasan utama mengapa mereka tidak mau percaya kepada Yesus.

Dewasa ini ada sekitar 13 juta orang Yahudi di seluruh dunia. Mereka terutama tinggal di Israel dan Amerika Serikat. Sekitar 50% orang Yahudi yang tinggal di Amerika sudah kawin campur, dan di antara mereka hanya 33% yang benar-benar mendidik anak-anak mereka secara Yahudi.

Sangat penting untuk mengenal alasan mengapa orang-orang Yahudi tidak bisa menerima Yesus sebagai Mesias, sebagai berikut 7 alasanĀ  menurut Rabbi Shraga Simmons:

1. Yesus tidak memenuhi nubuat mesianik

2. Yesus tidak memiliki kualifikasi pribadi sebagai Mesias

3. Ayat-ayat PL yang ‘menunjuk’ kepada Yesus adalah salah terjemahan

4. Orang Yahudi mendasari keyakinannya pada wahyu nasional

5. Kekristenan bertentangan dengan teologi Yahudi

6. Soal Yahudi dan orang non-Yahudi

7. Mesias menurut orang Yahudi

Penjelasan orang-orang Yahudi pada umumnya terhadap poin-poin di atas adalah sebagai berikut, menurut mereka:

1. Tentang Yesus tidak memenuhi nubuatan mesianik Perjanjian Lama

Apa yang seharusnya dikerjakan Mesias? Alkitab berkata bahwa Mesias akan:

  • Membangun Bait allah yang ketiga (Yeh. 37:26-28)
  • Mengumpulkan orang-orang Yahudi kembali ke tanah Israel (Yes. 43:5-6)
  • Menuntun kepada suatu era perdamaian dunia, dan mengakhiri kebencian, penindasan, penderitaan dan penyakit. Sebagaimana dikatakan dalam Yes. 2:4
  • Menyebarkan pengetahuan universal tentang Allah Israel, yang akhirnya akan menyatukan manusia menjadi satu. Sebagaimana dikatakan dalam Zakh. 14:9

Fakta historis adalah bahwa Yesus tidak memenuhi satupun nubuat mesianik tersebut, menurut orang-orang Yahudi sampai saat ini. Mereka menambahkan bahwa orang-orang Kristen mengatakan bahwa Yesus akan memenuhi itu semua nanti pada kedatangannya kedua kali, tetapi sumber-sumber Yahudi menunjukkan bahwa Mesias akan memenuhi nubuat-nubuat itu dipermulaan, tidak ada konsep kedatangan kedua kali.

2. Yesus tidak membawa kualifikasi pribadi sebagai Mesias

A. Mesias sebagai Nabi:

Yesus bukan nabi (menurut mereka). Nubuat hanya bisa terjadi di Israel ketika tanah didiami oleh mayoritas orang-orang Yahudi. Pada masa Ezra (lk. 300 SM), ketika mayoritas orang-orang Yahudi menolak untuk pindah dari Babilonia ke Israel, nubuat berhenti pada kematian nabi terakhir — Hagai, Zakharia, dan Maleakhi.

Yesus muncul di panggung sejarah kira-kira 350 tahun setelah nubuat berakhir.

B. Keturunan Daud

Mesias haruslah dari keturunan Daud dari haris sang ayah (lih. Kej. 48:10 dan Yes. 11:1). Menurut orang-orang Kristen, klaim mereka bahwa Yesus dilahirkan dari perawan Maria , tidak ber-bapa – jadi tidak mungkin memenuhi prsyaratan mesianik sebagai turunan Daud dari garis sang ayah.

C. Menjalankan Torat

Mesias akan memimpin orang-orang Yahudi untuk mematuhi Torat sepenuhnya. Torat menyatakan bahwa semua mitzvot tetaplah mengikat selamanya, dan setiap orang yang datang untuk mengubah Toratlangsung disebut ‘nabi palsu’, Ul. 13:1-4.

Sepanjang Perjanjian baru, Yesus bertentangan dengan Torat dan menyatakan bahwa perintah-perintah Torat tidak lagi berlaku, lih. Yoh. 1:45, 9:16, KPR 3:22 dan 7:37)

3. Salah penafsiran ayat-ayat PL yang menunjuk kepada Yesus baik dalam soal kelahirannya, Yes. 7:14, dan kematiannya disalib dengan mengutip Maz. 22:17, hamba yang menderita dalam Yes. 52,53

4. Keyakinan Yahudi didasarkan semata-mata pada wahyu Nasional

Dari 15.000 agama-agama di dalam sejarah manusia, hanya Yudaisme yang mendasari keyakinannya pada wahyu nasional = Allah berbicara kepada seluruh bangsa. Jika Allah ingin memulai suatu agama, jelas masuk akal jika ia mengatakannya kepada setiap orang, bukan hanya satu orang.

Judaisme, unik di antara agama-agama utama dunia, tidak bergantung pada ‘klaim mujizat’ sebagai dasar keagamaannya. Nyatanya, Alkitab (PL) berkata bahwa Allah kadang-kadang memberikan kuasa mujizat kepada penyesat untuk emnguju ketaatan orang Yahudi kepada Torat, Ul. 13:4. Orang Yahudi tidak percaya kepada Musa karena mujizat yang dilakukannya. Keyakinan Judaisme didasarkan pada wahyu Allah di gunung Sinai, yang kita saksikan dengan mata dan mendengar dengan telinga.

5. Kekristenan bertentangan dengan teologi Yahudi

Allah ada tiga? Manusia sebagai Allah? Menjadi perantara dalam doa? bukankah seharusnya doa adalah sesuatu yang privat dan hanya urusan orang itu dengan ALlah, tidak perlu perantara. Yesus berkata tidak seorangpun sampai kepada Bapa kecuali melalui aku?

6. Orang Yahudi dan Kristen

Orang Yahudi tidak menuntut setiap orang untuk bertobat memeluk agama. Torat Musa adalah kebenaran bagi semua manusia, apakah yahudi atau bukan. Yesaya menyebut bait Allah Solaiman sebagai “Rumah segala bangsa”. Kerbau yang dikorbankan sebanyak 70 ekor adalah simbol dari 70 bangsa di dunia. Orang-orang tidak harus memeluk Judaisme, karena mereka yang bukan Yahudi telah diberikan “7 Hukum Nuh”.

7. Kedatangan Mesias

Maimonides menyatakan bahwa popularitas kekristenan (dan Islam) adalah bagian dari rencana Allah untuk menyebarkan ideal Torat ke seluruh dunia. Gerakan itu mendekatkan masyarakat kepada keadaan moralitas yang disempurnakan dan kearah pengertian yang lebih besar tentang Allah. Ini adalah persiapan menuju masa Mesias. Dunia menanti-nantikan penebusan mesianik. Talmud berkata, salah satu pertanyaan yang ditanyakan kepada orang Yahudi di masa penghakiman nanti adalah “Apakah kamu sungguh-sungguh menantikan datangnya Mesias?

Salah satu tanda bahwa kita sedang menuju penebusan tersebut adalah kembalinya orang-orang Yahudi ke tanag Israel, dan kembalinya orang-orang Yahudi kepada tradisi Torat. Mesias bisa datang kapan saja. Allah akan datang kalau kita siap, seperti Raja Daud berkata “Redemption will come today — if you hearken to His voice.”

(Sumber: Rabbi Shraga Simmons)

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share This Post