B-76

WH/bs

Kisah Para Rasul  9:40

Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.

Praying &  speaking out! Dimulai dengan doa, lalu bertindak. Apa yang dilakukan Petrus ini didasarkan pada hubungan doa yang kuat dengan Allah.

Doa itu seperti aliran darah, kita tidak melihatnya tetapi jika aliran darah berhenti, kita dapat melihat gejala-gejalanya dari luar  – anda tidak tenang dalam hidup, penuh kekuatiran, dikuasai ketakutan atau malah orang yang sangat egois, sangat ambisius sampai memakai cara-cara yang tidak baik, cenderung suka melukai orang, tidak adil, dan tidak jujur.

Kita tidak bisa menilai orang berdasarkan praktek doanya karena bisa salah menilai. Doa adalah komunikasi saudara dengan TUHAN. Artinya kita berdoa bukan untuk memberi kesan bahwa kita sering berdoa, mengajari orang dalam doa, menegur orang dalam doa, bahkan mempermalukan orang dalam doa.

Doa memiliki standar yang diukur dari:

MOTIF-nya bahwa doa dinaikkan hanya karena kasih, jadi bukan kata-kata tetapi tujuan mengapa doa dinaikkan-lah yang penting. Dalam beberapa hal doa semakin diajarkan semakin salah.

KESUNGGUHAN-nya bahwa doa dinaikkan dengan keinginan sungguh-sunguh agar hal yang baik akan diberikan Tuhan

KEYAKINAN-nya bahwa doa didasari bukan kehendak-ku yang jadi melainkan kehendak-Nya, bahwa Ia yang menjawab doa sedang mendengarkan doa, bahwa Ia adalah satu-satunya yang layak mendengar seru doa kita

KETULUSAN-nya bahwa doa mesti dilakukan dengan apa adanya, artinya, saat anda bergumul karena adanya pertentangan dalam pikiran saudara, anda membukanya kepada Tuhan. Ketulusan adalah sikap datang kepada Tuhan tanpa keputusan.

Bagaimana kita membangun A STRONGER PRAYER CONNECTION dengan Allah?

1. Kembangkan sikap lapar dan haus akan TUHAN

2. Jadikan kontak dengan TUHAN sebagai top priority saudara

3. Pakai yang anda lihat dan dengar sebagai alasan menjumpai-NYA

4. Keep trusting God – spiritual warfare

5. Grow your character

6. Cobalah lebih sering menyanyikan pujian

7. Practice God’s presence / Immanuel

8. Be both a Sprinter and  a Marathoner

VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
VN:F [1.6.9_936]
Rating: 0 (from 0 votes)
Share This Post