
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi
hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka
menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda
dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di
sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci
ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di
depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut
untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau
mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia
mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Continue Reading…






















Sebenarnya doa sebagai bentuk terapi spiritual bukan hal yang baru. Hanya, selama ini dunia kedokteran cenderung skeptis dan menilai pengobatan spiritual tak punya basis ilmiah yang kuat. Namun, pandangan skeptis tersebut agaknya mulai berubah semenjak adanya berbagai riset yang menguatkan khasiat doa.
