Selama mengikuti program ini dan akhir dari program ini, kami merasakan suatu kesenangan tersendiri dalam berdoa untuk keperluan orang-orang lain. Hal itu sangat menyenangkan. Kita tidak melulu mengingat-ingat kebutuhan kita, tetapi kita mengingat kebutuhan orang lain dan mendoakannya setiap hari. Puji Tuhan, kebiasaan ini mulai terbentuk juga pada putra-putri kami yang berdoa bersama kami setiap hari. Semoga hal ini menjadi tertanam juga pada mereka.
SAYA LUPA ALTERNATIF KE-TIGA
11 April 2010 saat dimulainya minggu pertama pelajaran Purpose Driven Connection, bertepatan dengan hari kedua paman saya dirawat di rumah sakit. Pendarahan di otak menyebabkan tidak sadarkan diri dan kelumpuhan pada separuh tubuhnya dari tangan hingga kaki kirinya.
Sebagai keluarga terdekat, hari itu kehadiran kami di rumah sakit Continue Reading…






















